A Sweet Conversation

kyuhyun-140213bCast:

  • Seo Joohyun
  • Cho Kyuhyun

Genre: Drabble, Married life

Lagi dan lagi sang istri merajuk kepada sang suami yang beberapa hari ini pulang terlambat karena pekerjaan kantornya. Sebenarnya sang istri bisa saja mengerti soal pekerjaan sang suami, namun yang ia tak dapat bisa ia mengerti dan terima ialah ketika ia tahu bahwa sang suami berkerja lembur dengan seorang sekertaris wanitanya yang cantik dan bertubuh… err… sexy? Bahkan sang istri merasa minder jika bertemu dengan sekertaris sang suami. Padahal sudah beribu-ribu kali sang suami mengatakan “Walaupun diluaran sana bahkan sekertarisku sendiri terlihat lebih cantik dan lebih sexy darimu hatiku hanya terpatih untukmu sayang. Cintaku dan seluruh jiwa raga seorang Cho Kyuhyun hanya untuk seorang Seo Joohyun yang sekarang telah menjadi Cho Joohyun.” Kini kata-kata yang bisa membuat istrinya meleleh dan tenang kembali terucap lewat bibir sexy seorang Cho Kyuhyun.

“Bagaimana bisa suamiku ini bisa bertahan dengan istri yang suka merajuk sepertiku?” tanya sang istri yaitu Seo Joohyun, eh Cho Joohyun. Mata Joohyun masih terbendung air mata yang hampir saja keluar dengan hidung merah akibat ia menangis terus menerus.

“Karena… suamimu ini mencintaimu tanpa batas.” Balas Kyuhyun sambil memeluk pinggang sang istri, menatap mata indah sang istri, dan tersenyum sangat manis yang hanya ditunjukkan untuk sang istri

“Benarkah? Bisakah suamiku ini menunjukkannya?” balas Joohyun dengan sebuah kekehan kecil. Senyum Kyuhyun makin mengembang mendengar kekehan istrinya, ini berarti sang istri sudah tak sedih lagi bukan?

“Dengan senang hati aku akan menunjukkannya” balas Kyuhyun sedetik kemudian langsung melahap bibir tipis Joohyun dengan lembut. Manis bibir Joohyun selalu membuat Kyuhyun kecanduan tiada henti. Joohyun pun dengan senyumannya mulai membalas ciuman Kyuhyun. Tak begitu lama ciuman mereka terhenti namun Joohyun masih terus memberi beberapa kecupan di bibir tebal Kyuhyun sehingga membuat Kyuhyun senang bukan kepalang.

“Apakah dengan ini saja suamiku menunjukkan rasa sayangnya?” tanya Joohyun dengan tatapan sedikit menantang Kyuhyun. Kyuhyun pun terkekeh mendengar tantangan dari sang istri.

“Dengan sampai saat ini aku masih bersamamu apakah belum cukup pembuktian rasa cintaku?” bukannya menjawab Kyuhyun malah bertanya pada Joohyun. Ya kedua pasangan ini memang sudah bersama cukup lama sekitar 4 tahun jika dihitung dari masa pacaran mereka walaupun ikatan pernikahan mereka baru menginjak sekitar 1 tahun. Mendengar ucapan Kyuhyun, Joohyun kembali terkekeh

“Sudah kok, aku hanya mengujimu saja tadi” balas Joohyun sambil mengeluarkan lidanya bertanda ia sedang meledek Kyuhyun

“Jadi sekarang istriku sudah berani menjahili suaminya?” tanya Kyuhyun lalu menunjukkan seringaiannya yang membuat Joohyun tergoda?

“Ah… tidak kok tidak” balas Joohyun sambil menutup wajahnya karena sudah dipastikan sehabis melihat seringaian sang suami yang ‘menggoda’ wajahnya otomatis akan bersemu merah

“Sekarang kamu kembali menjadi istriku yang pemalu?” goda Kyuhyun berbisik di depan telinga Joohyun

“A…a…aku memang pemalu dan sampai sekarang pun masih tetap jadi istrimu yang pemalu” balas Joohyun yang kini tangannya berpindah menutupi kedua kupingnya

“Kena!” ucap Kyuhyun sambil mengecup bibir Joohyun

“Kau terjebak di perangkapku” sambung Kyuhyun lalu memeletkan lidahnya ke arah Joohyun

“Ya! Ternyata kau sedang mengerjaiku eoh?” ucap Joohyun sambil memajukan bibirnya dan mencubit kedua pipi gembul sang suami gemas

“Kita impas sekarang, sayang. Siapa yang mengerjaiku terlebih dahulu?” balas Kyuhyun sambil kembali memeletkan lidahnya ke arah Joohyun

“Kau… menyebalkan sekali” balas Joohyun sambil menggembungkan pipinya

“Tapi istriku ini tetap mencintaiku kan walaupun aku ‘menyebalkan sekali’?” tanya Kyuhyun sambil terkekeh dan mengusap kedua pipi Joohyun

“Iya iya iya aku tidak bisa mengelaknya… Dasar curang!” balas Joohyun lalu memeluk Kyuhyun

“Apa Nyonya Cho belum mengantuk?” tanya Kyuhyun sambil membelai mesra rambut sebahu sang istri

“Hmm sedikit. Suamiku sudah mengantuk?” tanya kembali Joohyun sambil memainkan pipi sang Suami. Dan Kyuhyun hanya menjawab dengan gelengan kepala. Cukup lama mereka hanya saling bermesraan di sofa ruang tamu sampai akhirnya Kyuhyun merasakan kantuknya datang melanda.

“Sayang~ aku mengantuk” ucap Kyuhyun lalu semakin memeluk tubuh sang istri dengan erat

“Kau sudah mulai mengantuk? Mau tidur sekarang?” tanya Joohyun

“Kurasa aku akan tidur setelah aku memberitahu kepada dunia bahwa aku mencintaimu” jawab Kyuhyun yang kini ditanggapi Joohyun yang bingung sambil mengerutkan keningnya. Mencari tahu apa sebenarnya yang ingin dilakukan sang suami

“Aku mencintaimu” bisik Kyuhyun ditelinga Joohyun. Walaupun hal ini membuat Joohyun tersenyum senang tetap saja Joohyun bingung. Katanya ingin mengatakan pada dunia namun kenapa malah berbisik padanya?

“Kau adalah duniaku Nyonya Cho” sambung Kyuhyun yang kini membuat wajah Joohyun tak terhingga merahnya. Ia malu, tapi ia sangat senang bahkan sangat amat senang. Kini Kyuhyun mulai mengangkat tubuh ramping Joohyun, membawanya ke kamar mereka dan tertidur di kasur mereka sambil berpelukan mesra

-THE END-

Iklan

Fallin Love Again

Cast:

  • Kim Doyeon IOI
  • Jeon Jungkook BTS

Genre: Romance

Senja telah tiba sekolah pun sudah mulai sepi karena jam pulang para murid, guru, dan staf sudah berakhir sekitar 30 menit yang lalu. Namun, tepat di taman sekolah yang sepi dan sunyi terdapat dua insan muda dimana ada seorang laki-laki tampan yang menggenggam erat tangan seorang gadis bertampang manis dan lugu. Sang lelaki seperti sedang meyakinkan akan suatu hal kepada sang gadis.

“Sungguh! Aku sangat menyukaimu!” ucap sang lelaki penuh keyakinan sambil terus menggenggam erat tangan mulus sang gadis

“Tapi…” balas sang gadis ragu

“Persetan dengan semua orang yang bilang bahwa aku seorang Playboy! Aku hanya menyukaimu, bahkan aku mencintaimu! Jeon Jungkook hanya menyukai seorang gadis lugu bernama Kim Doyeon! No one else…” ucap kembali sang lelaki dengan wajah memelas karena ia sudah mulai putus asa dengan keraguan sang gadis. Ya sekarang kita ketahui kedua insan muda itu adalah seorang Jeon Jungkook sang ‘Playboy’ sekolah dan seorang gadis lugu nan manis bernama Kim Doyeon.

“Mmm… Baiklah sunbae, aku percaya pada sunbae. Aku… mau jadi kekasih sunbae, sejujurnya aku juga sangat menyukai sunbae” balas Doyeon malu-malu menundukkan kepalanya karena ia sadar pasti pipi tirusnya mulai mengeluarkan semburat merah. Kini Jungkook perlahan mulai melepaskan genggaman tangannya dari Doyeon dan mulai melompat-lompat kegirangan tak karuan. Ia tak sangka Doyeon benar-benar menerimanya dan ternyata Doyeon juga menyukainya. Walaupun Jungkook terkenal Playboy tapi bukan berarti dia percaya diri bukan?

“Terima kasih sudah percaya padaku. Dan kuharap mulai sekarang tolong jangan panggil aku sunbae, bagaimana kalau sebutan Oppa? Terdengar sangat manis jika kau memanggilku dengan sebutan itu” pinta Jungkook saat ini yang sedang mendekap tubuh mungil Doyeon.

“Eum… Oppa?” panggil Doyeon dalam dekapan Jungkook sambil sedikit mendongakkan kepalanya untuk melihat kearah Jungkook yang memang sedikit lebih tinggi darinya

“Ah- Gwiyowo” balas Jungkook sambil mencubit pelan kedua pipi Doyeon yang sedang merona.

“Keunde oppa, bisakah kita merahasiakan hubungan kita? Dan jika sedang ada orang lain aku akan memanggil oppa dengan panggilan sunbae seperti biasa” pinta Doyeon sambil melepaskan pelukan Jungkook. Jungkook yang mendengarnya pun sedikit terkejut dengan permintaan Doyeon. Apa gadis itu malu bila ketahuan memiliki hubungan spesial dengannya? Pikir Jungkook

“Wae?” tanya Jungkook singkat sambil kembali membawa Doyeon kedalam dekapannya

“Eum… aku merasa segan dengan ‘fans-fans’ oppa. Bagaimana jadinya aku jika mereka tahu?” ucap Doyeon dengan nada ‘takut’ lalu membalas pelukan sang kekasih

“Dengar, aku akan melindungimu jika ada yang bersikap jahat padamu. Tidak perlu khawatir” balas Jungkook yakin

“Ani, kalau oppa seperti itu pasti ‘fans-fans’ oppa akan semakin ‘liar’ padaku. Jadi, kumohon rahasiakan ya?” pinta Doyeon lagi kini dengan nada yang ia buat selucu mungkin agar Jungkook mau mengabulkannya

“Aish arraseo! Aku akan menuruti permintaanmu. Tapi, jika ada laki-laki yang berusaha mendekatimu aku tidak akan segan-segan untuk membunuhnya saat itu juga” balas Jungkook sambil melepaskan pelukannya pada Doyeon dan mencubit hidung Doyeon gemas. Doyeon pun tersenyum penuh kemenangan mendengar Jungkook mau menuruti permintaannya. Kedua sejoli ini pun kembali melanjutkan kemesraan mereka dengan suasana sekolah yang tenang ini.

 

5 months later…

Disebuah kantin yang ramai terdapat sebuah meja panjang yang berisi 7 pria penuh pesona yang membuat banyak gadis melirik kearah mereka. Di kantin ke 7 pria itu bukan hanya ingin mengisi perut mereka tapi juga ‘mencuci mata’. Ya seperti biasa lelaki memang tidak bisa lepas dari istilah ‘mata keranjang’.

“Target 90 derajat dari posisi kita” ucap seorang lelaki dengan nametag bernama ‘Kim Taehyung’. Ke 6 temannya pun langsung melirik ke arah yang disebutkan oleh Taehyung

“Wah cantik!”

“Kakinya sangat jenjang”

“Lihat rambutnya terurai indah! Rasanya ingin kubelai”

Berbagai pujian dilontarkan oleh gadis yang tadi disebut ‘target’. Ya gadis itu adalah salah satu ‘target cuci mata’ mereka.

“Ya! Jungkook-ah, gadis itu cantik kenapa kau hanya mengangguk-anggukkan kepalamu saja?” tanya seorang teman Jungkook yang memiliki nama Namjoon. Jungkook hanya membalas perkataan temannya dengan mengendikkan bahunya. Ya sampai saat ini hati seorang Jeon Jungkook masih terpatih hanya untuk Kim Doyeon sejak 5 bulan yang lalu. Baru saja Jungkook memikirkan gadisnya, kini gadisnya baru saja melewati mejanya dengan teman-temannya.

“Itu baru cantik~” puji Jungkook

“Kim Doyeon lagi?! Ya! Sudah selama 5 bulan ini bibirmu itu hanya bisa memuji seorang Kim Doyeon. Apa kau tidak bosan?” tanya Namjoon bingung pada sikap temannya

“Kurasa kau menyukai Doyeon-ssi” terka Jimin

“Kalau kau suka ya jadikan dia kekasihmu sebelum ia diambil orang, bodoh!” ucap Taehyung

‘Dia sudah menjadi milikku sejak 5 bulan lalu, bodoh!’ batin Jungkook sambil menunjukkan seringaiannya

“Kudengar dia sedang didekati oleh Seungcheol kelas sebelah. Hati-hati Kook-ahjangan meremehkan lelaki itu” sambung Seokjin

‘Aku percaya Doyeonku tidak akan mau dengan laki-laki itu. Ia hanya milikku’ batin Jungkook

“Kurasa Jungkook sudah mulai gila” ledek Namjoon karena sedari tadi Jungkook tidak membalas ucapan teman-temannya. Ia hanya tersenyum sendiri seperti orang gila

-SKIP-

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sedari tadi. Jungkook sedang berjalan menuju lokernya sendirian, tak sengaja ia meliat gadisnya yang sedang memasukkan beberapa buku dalam lokernya ke dalam tas ranselnya. Jungkook tersenyum melihat tas ransel yang digunakan oleh Doyeon. Karena tas tersebut adalah hadiah dari Jungkook. Oh ya letak loker kedua sejoli ini memang berdekatan. Berseberangan. Doyeon barisan loker sebelah kiri sedangkan Jungkook barisan loker sebelah kanan. Pasangan ini memang tidak bisa dipisahkan sepertinya. Doyeon yang masih sibuk memang tak menyadari kedatangan sang pangeran. Saat Jungkook membuka lokernya, lokernya sudah penuh dengan surat-surat dan cokelat. Jungkook sudah tidak terkejut lagi. Karena ini sudah menjadi hal yang biasa baginya. Namun tiba-tiba seorang gadis yang membawa sebuah bunga menghampiri Jungkook.

“Jungkook sunbae!” panggil gadis tersebut. Panggilan tersebut tidak hanya membuat Jungkook menoleh tapi membuat Doyeon yang sedari sibuk dengan aktivitasnya ikut menoleh ke arah sang pangeran.

“Eum.. Sunbae ini untuk sunbae” ucap gadis tersebut sambil memberikan bunga ke arah Jungkook. Dengan sedikit mencuri pandang ke arah Doyeon mau tidak mau Jungkook menerimanya.

“Sunbae nanti datang kan ke pesta ulang tahunku? Aku sudah tidak sabar mengenalkan sunbae kepada keluargaku” ucap sang gadis malu-malu

‘Mengenalkan ke keluarganya?’ batin Doyeon bingung sekaligus membuat hatinya membara

“A-a-ah! Akan aku usahakan datang. Dirumahmu kan?” tanya Jungkook yang sedikit takut karena ada Doyeon yang sedari tadi memperhatikannya. Ia takut Doyeon akan salah paham

“Ne sunbae! Aku benar-benar mengharapkan kehadiran sunbae. Jadi… aku akan menunggu sunbae nanti” ucap gadis itu sambil malu-malu. Melihat percakapan tersebut Doyeon sudah tak tahan lagi ia mulai terbakar api cemburu, Doyeon pun memutuskan untuk pergi dari sana. Namun, sebelum ia pergi Doyeon menghentakkan kakinya kesal sebagai tanda untuk Jungkook bahwa ia marah lalu pergi berlari menjauh dari Jungkook dan gadis tersebut. Jungkook yang memang sudah paham akan sikap sang kekasih langsung mengembalikan bunga tersebut kepada gadis di hadapannya

“Aku lupa, nanti malam aku ada acara. Mian aku tak bisa datang. Jangan menungguku” balas Jungkook panik lalu memakai tasnya dan pergi berlari berusaha mengejar Doyeon. Namun sayang, sudah sampai di depan gerbang sekolahnya kekasihnya itu sudah tak terlihat keberadaannya. Jungkook yang kesal hanya bisa mengacak-acak rambutnya sambil menendang angin yang tak berwujud.

-SKIP-

Malam pun tiba dibanding pergi ke pesta ulang tahun Jungkook lebih memilih pergi ke rumah sang kekasih yang sedari kejadian tadi disekolah tidak menjawab pesan maupun mengangkat teleponnya sama sekali. Hal ini tentu saja semakin membuat Jungkook khawatir. Sesampainya di depan rumah Doyeon, Jungkook terus saja menekan bel rumah tersebut sampai akhirnya keluar seorang wanita paruh baya membukakan gerbang untuknya.

“Cari siapa nak?” tanya wanita paruh baya tersebut kepada Jungkook

“Selamat malam ahjumma” sapa Jungkook sambil membungkukkan tubuhnya

“Maaf mengganggu malam ahjumma. Aku ingin bertemu dengan Kim Doyeon, apa dia ada?” sambung Jungkook

“Ah- kau mencari anakku? Ayo silahkan masuk dia ada di dalam kamar” ucap wanita tersebut yang ternyata Eomma nya Doyeon. Jungkook pun dipersilahkan duduk di ruang tamu keluarga Kim. Nyonya Kim pun menuju kamar Doyeon untuk memanggil sang anak.

“Doyeonnie~ ada temanmu di ruang tamu menunggu” ucap Nyonya Kim diseberang pintu kamar Doyeon

“Teman?” gumam Doyeon bingung. Ia tak merasa ada janji dengan siapa-siapa malam ini

“Ne eomma! Aku akan segera turun” balas Doyeon. Dengan tampilan seadanya rambut yang diikat asal, memakai kaos polos dan celana hotpants nya Doyeon menuruni anak tangga untuk melihat siapa teman yang datang.

“J-J-Jung-kook Oppa?” kaget Doyeon saat berada di ruang tamu dan melihat tamunya yang ternyata bukan temannya melainkan kekasihnya. Baru saja Doyeon ingin berbalik untuk pergi menuju kamarnya lagi, tapi ia terlambat. Sang pangeran sudah terlebih dahulu menahan tangannya.

“Doyeon-ah, tolong dengarkan aku dulu. Aku tahu kau marah” ucap Jungkook dengan nada pelan karena ia tidak enak jika sampai ketahuan orang tua Doyeon kalau ia telah membuat anak manisnya ini merajuk. Doyeon pun langsung menghempaskan tangan Jungkook kasar hal ini tentu saja membuat Jungkook sedih akan sikap sang kekasih yang biasanya lembut padanya.

“Tunggu disini. Kita bicara di luar saja tapi aku mau ambil jaketku dulu” ucap Doyeon dingin. Jungkook pun hanya menurut dan terduduk kembali.

Sesampainya dikamar Doyeon langsung menutup pintu kamarnya kasar.

“Aish! Kenapa ia tidak bilang kalau mau kerumah?!” gerutu Doyeon lalu berjalan menuju kaca besarnya

“Ya! Kim Doyeon! Kau berantakan sekali sih, memalukan! Bahkan aku tidak memakai lipgloss” ya Doyeon terus menggerutu karena melihat penampilannya yang tidak ‘OK’ dihadapan sang pangeran. Hal ini membuatnya sangat malu dan tidak percaya diri. Doyeon pun langsung memakaikan bibir tipisnya olesan lipgloss.

“Kok… Jaketku hanya tinggal yang ini? Yang lainnya masih dicuci ya?” lagi. Doyeon menggerutu melihat di lemarinya hanya tersisa Jaket couple yang dibelikan Jungkook untuk dirinya dan Jungkook. Masa sedang marah tetap memakai barang-barang darinya sih? Pikir Doyeon gengsi. Namun karena tak mau membuat Jungkook menunggu lama Doyeon terpaksa memakai jaket tersebut. Sesampainya di ruang tamu Doyeon melihat Jungkook tersenyum. Mungkin ia senang karena walaupun sedang marah Doyeon masih ‘sudi’ memakai jaket couple darinya.

“Eomma!!! Doyeon keluar sebentar dengan teman ya!” pamit Doyeon sedikit berteriak. Tanpa menoleh ke arah Jungkook, Doyeon terus berjalan keluar rumahnya. Perjalanan menuju taman dekat rumah Doyeon pun hening hanya terdangar hembusan angin dan suara langkah kaki. Sesampainya di taman Doyeon pun langsung duduk disebuah ayunan diikuti Jungkook yang duduk di ayunan sebelahnya

“Ekhem” Jungkook berdehem. Mungkin untuk membuka pembicaraan?

“Doyeon-ah…” panggil Jungkook lesu sambil melihat Doyeon yang sedari tadi terlihat seperti ‘tidak sudi’ untuk melihat Jungkook

“Kau marah gara-gara gadis yang tadi di loker?” tanya Jungkook.

Sepersekian detik Jungkook masih belum mendapatkan jawaban dari sang kekasih

“Kau diam. Kuanggap jawabanmu adalah ‘iya, aku marah’” ucap Jungkook

“Dia bukan siapa-siapa. Dia hanya salah satu dari fans ku mungkin. Memang sudah dari seminggu yang lalu ia terus saja menghampiriku dan mengundangku kerumahnya untuk pesta ulang tahun ke-17 nya. Kalau tidak salah namanya Kim Yerim, namanya saja aku lupa-lupa ingat. Jadi kumohon jangan salah paham” ucap Jungkook panjang lebar

“Soal dia ingin mengenalkan Oppa ke keluarganya?” tanya Doyeon. Akhirnya gadis itu membuka suara

“Soal itu sungguh mana kutahu kalau dia berniat mengenalkanku pada keluarganya. Niat dan tujuannya untuk apa aku benar-benar tak mengerti” jawab Jungkook. Kembali Doyeon hanya diam tak menjawab. Suasana menjadi hening beberapa saat sampai akhirnya terdengar isakan tangis Doyeon yang membuat Jungkook semakin khawatir dan takut

“Doyeon-ah?! Wae? Kenapa kau menangis? Uljima~” ucap Jungkook yang kini tengah berlutut dihadapan Doyeon yang sedang menutupi wajahnya

“Mian aku sudah kekanakkan. Mian aku sudah cemburu tak berdasar. Mian membuatmu malam-malam datang jauh-jauh kerumahku karena sikap kekanakkanku. Maafkan aku oppa. I’m so childish. I don’t mean to make you worry or fear” ucap Doyeon sambil terus terisak. Setelah mendengar ucapan sang kekasih Jungkook tersenyum manis dan langsung menarik tubuh sang kekasih dalam pelukannya.

“It’s okay uri Doyeon, aku tahu kau hanya cemburu dan tak mau kehilanganku bukan?” canda Jungkook bermaksud membuat Doyeon setidaknya berhenti menangis mendengar ucapannya. Dan benar saja Doyeon berhenti menangis dan menganggukkan kepalanya di pundak Jungkook. Jungkook pun berkali-kali membelai rambut panjang Doyeon untuk menenangkan Doyeon.

“Oppa” panggil Doyeon

“Hm?” jawab Jungkook

“Aku… i’m afraid you will fallin love again with other girls” ucap Doyeon dalam dekapan Jungkook

“Hey~ apa yang kau katakan Doyeon-ah. Oppa tak suka mendengarnya” balas Jungkook sambil melepas pelukan Doyeon dan mengusap sisa-sisa air mata Doyeon

“Dengarkan aku. I will not fallin love with other girls. If i want to fallin love again, the girl is you. It’s you Kim Doyeon. Only you Kim Doyeon” ucap Jungkook pada Doyeon sambil tersenyum sangat manis. Perkataan Jungkook sudah pasti membuat Doyeon meleleh saking senangnya. Gadis mana yang tak meleleh mendengar ucapan tadi. Doyeon pun membalas senyuman Jungkook dan menganggukkan kepalanya tanda ia percaya pada seorang Jeon Jungkook. Tangan Jungkook dengan sendirinya terangkat untuk membelai wajah cantik sang gadis, wajah mereka tanpa sadar pun mulai saling berdekatan hanya tersisa sedikit jarak. Jantung kedua sejoli inipun sama-sama terpompa kencang sampai akhirnya kedua bibir mereka bertemu, bersentuhan, saling berkenalan. Ya ini adalah ‘first kiss’ mereka walaupun mereka sudah berpacaran selama 5 bulan. Awalnya kedua bibir itu hanya menempel tanpa pergerakan namun perlahan Jungkook memberanikan dirinya untuk sedikit melumat bibir sang gadis. Doyeon terkejut dengan perlakuan sang kekasih namun tak bisa dipungkiri Doyeon tak bisa menolaknya.

“Dasar kelakuan anak muda jaman sekarang” sindir seorang nenek tua yang tak sengaja melihat aktivitas dua sejoli ini. Doyeon yang tersadar lebih dahulu langsung melepas ciuman tersebut diikuti oleh Jungkook yang tersadar akan sindiran nenek tersebut. Walaupun suasana menjadi canggung namun Doyeon kini sedang terkikik geli ketika mengingat first kiss nya dengan Jungkook kepergok oleh nenek tua tadi Jungkook pun ikut terkikik geli bersama Doyeon.

-SKIP-

Sesampainya mengantar Doyeon kembali kerumahnya Jungkook tersenyum dan masih terus menggenggam tangan Doyeon.

“Ah- aku tak rela melihatmu masuk kerumah. Aku masih ingin bersamamu” ucap Jungkook yang membuat pipi Doyeon merona

“Eum… n-nado” balas Doyeon malu-malu. Jungkook pun memeluk tubuh Doyeon, Doyeon pun tak sungkan untuk membalasnya.

“Jangan pernah meragukan rasa cintaku padamu Kim Doyeon” bisik Jungkook. Dan dibalas anggukan oleh Doyeon

“Kalau begitu sekarang kau masuk kerumah dan langsung tidur ya. Semoga mimpimu indah” ucap Jungkook

“Bagaimana aku mau masuk kerumah jika Oppa masih memelukku dengan erat?” goda Doyeon sambil terkekeh

“Ah ya aku lupa” balas Jungkook sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal lalu melepas pelukannya. Doyeonpun segera masuk ke dalam rumahnya dan melambaikan tangannya ke arah Jungkook

“Hati-hati oppa!” teriak Doyeon malu lalu langsung menutup pintu rumahnya dan berlari masuk ke kamarnya hatinya berdegup kencang takut-takut kalau orang tuanya mendengar teriakannya.

Sesampainya di kamar Doyeon langsung merebahkan tubuhnya di kasur dan mengambil ponselnya lalu segera mengirim pesan pada Jungkook

To: Jungkook Oppa

Kalau sudah sampai rumah, kabari aku ne? Agar aku tahu bahwa pangeranku sudah sampai rumahnya dengan selamat Kkkkk

Senyuman malu pun tersirat diwajah Doyeon setelah mengirim pesan tersebut

To: Jungkook Oppa

I just wanna say, if i want to fallin love again i just want Jeon Jungkook! Just Jeon Jungkook! Only Jeon Jungkook! Kkkkk saranghae?

-THE END-

 

Mysterious Guy

sungyeolCast:

  • Lee Sungyeol (INFINITE)
  • Lee Mijoo (LOVELYZ)

Genre: AU,Romance

-Selasa, 16.00 KST-

Aku Lee Sungyeol, aku seorang mahasiswa dari Universitas Konkuk yang terletak di Gwangjin-gu, aku mengambil program studi art. Universitas Konkuk memang termasuk universitas terbaik yang berada di Korea Selatan. Tapi bukan berarti yang masuk di universitas itu adalah orang kalangan ‘atas’ semua. Contohnya saja aku, ya aku hanyalah seseorang yang berada di kalangan ‘tengah’ kadang aku juga bergabung dengan orang kalangan ‘bawah’ tapi aku tak pernah merasakan menjadi orang kalangan ‘atas’. Kalau kata nenekku “Jangan bermimpi Lee Sungyeol!”. Hah… tapi sebenarnya ada benarnya juga apa kata nenekku. Aku bisa masuk Universitas Konkuk karena seorang tetanggaku yang dermawan dan ia adalah seorang dosen disana mau membantuku agar mendapatkan beasiswa di universitas tersebut. Jadwal mata pelajaran kuliahku sudah habis, kini saatnya aku menjadi pekerja part-time di sebuah mini market dekat rumahku. Aku mendapat part dari pukul 16.00 KST-22.00 KST. Sesampainya di mini market aku melepas tasku dan memakai seragam dari mini market tersebut lalu bekerja seperti biasa. Kalau boleh jujur, sebenarnya aku cukup senang bekerja part-time disini. Tidak terlalu lelah dan tidak begitu menguras tenagaku, dan disini aku bisa menyalurkan hobiku. Hobi apa yang bisa disalurkan lewat mini market? Menyanyi. Mini market ini tak selalu ramai oleh pembeli, ketika tengah malam sudah tiba mini market ini berubah menjadi pendengar setiaku namun terkadang aku juga mengupload suaraku dalam bentuk video di Twitter. Tapi, aku tak pernah menunjukkan wajahku video itu cukup berisi suaraku dan bergambar keadaan mini market di Twitter pun aku tidak menggunakan namaku dan menggunakan username misterius agar tidak ada yang tahu siapa aku sebenarnya. Username twitterku @xxnuguxx dan nama yang tertera di Twitterku adalah ‘Siapakah aku’. Tapi aku tak sangka upload-an video Twitter ku sering menjadi viral Netizen Korea bahkan luar Korea! Aku benar-benar tak menyangka. Setiap harinya selalu saja ada mention yang masuk di Twitterku.

‘Hei! Suaramu sangat bagus, kenapa kau tak menjadi Idol saja?’

‘Suaramu persis seperti salah satu biasku!’

‘Kenapa kau tak pernah menunjukkan wajahmu? Aku penasaran!’

‘Ayolah kalau kau tak mau memberi tahu seperti apa wajahmu. Beritahu pada kami biodata aslimu!’

Seperti itulah komentar para netizen di Twitterku. Tapi aku tetap pada pendirianku tidak akan mempublikasikan siapa aku sebenarnya, aku tidak punya kepercayaan diri yang tinggi.

“Nabicheorom nara nanana nabillera barama barama bureora~~ hwolhwol naraga neoegero dagagal su issdorok~~” jantungku cukup terkejut mendengar senandung dari seorang gadis muda berambut panjang, pipinya tirus, bola matanya indah, hidungnya mancung, ia cukup tinggi dan kakinya yang semampai. Terlalu sibuk memperhatikan gadis tersebut dan menetralkan jantungku aku sampai lupa akan tugasku untuk mengucapkan salam selamat datang pada setiap pembeli.

“Se-selamat datang~!” sapaku sedikit gugup. Gadis itu hanya tersenyum dan membungkukkan tubuhnya ke arahku. Tak lama setelah itu gadis itu datang menghampiriku… ah- ani! Maksudku mengahampiri kasir kurasa ia sudah selesai berbelanja. Ia membeli lipgloss, ya memang bibir tipisnya itu terlihat sedikit pucat mungkin karena itu dia membeli lipgloss. Eh… kenapa aku jadi memperhatikannya? Fokus Lee Sungyeol!

“Ini saja nona?” tanyaku dan dijawab anggukan dan senyuman manis oleh gadis itu

“Aish! Kok xxnuguxx belum upload video baru sih? Aku merindukan suaranya…” gumam gadis itu pelan namun masih terdengar samar-samar olehku. xxnuguxx? Itu aku? Dengan keberanian yang tersisa aku mencoba bertanya kepada gadis itu

“xxnuguxx? Apakah yang kau maksud adalah seorang laki-laki yang suka meng-cover lagu k-idol namun ia tak pernah menunjukkan identitasnya?” tanyaku. Gadis itu langsung mendongakkan kepalanya menatapku setelah sibuk dengan ponsel canggihnya

“Mwo?! Agasshi tau juga? Ya, kau benar yang kumaksud adalah dia. Apakah kau juga sering mendengarkannya?” tanya gadis itu

“Eum… ya aku terkadanga melihat akunnya dan mendengar beberapa cover lagunya” balasku malu-malu karena sebenernya yang kau dengarkan itu suaraku nona aku pun sedikit terkekeh.

“Aku sangat menyukai suaranya! Tapi sayang ia menyembunyikan identitasnya. Aku penasaran sekali denga wajahnya…” ucap gadis itu

“Kenapa kau menyukainya? Dan kenapa kau penasaran dengan wajahnya? Kalau dia bertampang… jelek? Bagaimana? Kau tetap menyukainya?” tanyaku penasaran kepada gadis itu

“Suaranya… sangat lembut di telingaku. Eommaku pernah bilang, di dunia ini tidak ada yang jelek itu hanya pendapat individu masing-masing. Contohnya, jika agasshi memandangku jelek belum tentu laki-laki lain memandangku jelek. Kalaupun seandainya xxnuguxx menurutku jelek itu tidak apa-apa, dari awal aku menyukainya karena suaranya bukan tampangnya. Ah… aku ingin sekali dinyanyikan olehnya” ucap gadis itu dan tentu saja ucapannya membuat jantungku berdegup karena setiap pujian yang keluar dari bibir pucatnya itu ya walaupun ia hanya memuji suaraku aku sudah sangat senang.

“Ah- agasshi omong-omong lipgloss ku jadi berapa harganya? Kita terlalu asik membicarakan si xxnuguxx” sambung gadis itu lalu terkekeh pelan dan membuatku ikut terkekeh

“Semuanya jadi 3000 won nona” jawabku dan memberikan plastik kecil yang berisi lipglossnya. Gadis itupun mengambil plastik tersebut dari tanganku dan memberikan uangnya. Dan setelah itu ia telah pergi dari pandanganku meninggalkanku dan percakapan kita tadi.

“Semoga aku bisa bertemu denganmu lagi denganmu nona” harapku

The End-

Sunbae-Hoobae

Cast:

  • Wen Junhui SEVENTEEN
  • Park Siyeon Pledis Girlz

Genre: Romance

“Muncul keajaiban pada suatu hari terambil hatiku dan tertarik mataku.

Kau seorang pengambil!”

-Wen Junhui-

“Dia bilang aku mengambil hatinya, Dia bilang aku membuat matanya tertarik.

Dasar Pembual!”

-Park Siyeon-

 

 

Didalam kericuhan aku terdiam, menatap bidadari ciptaan tuhan yang berada di sekitar banyak wanita yang tengah berbincang di meja yang berjarak tidak jauh dari mejaku dan teman-temanku. Ia tertawa, tersenyum, dan terkadang memanyunkan bibirnya karena kesal terhadap teman-temannya, sesekali ia menyeruput minuman botol yang ia pegang.

Hal yang paling aku benci. Teman-temanku menyadari jika aku sedang menatapi seseorang yang tak jauh dari jarak kami. Mengganggu.

“HYUNG!!” panggil Dino dengan maksud agar aku tidak melihat ke arah bidadariku lagi.

“Baiklah Dino, aku tidak melihat ke arahnya lagi. Puas?” balasku kesal sambil mengalihkan pandanganku ke arah minuman dan makanan yang berada di meja.

“Sudahlah Jun jangan kesal pada Dino. Dia bermaksud baik. Aku paham jika ini kantin Pledis disini juga tidak akan mungkin ada orang luar, tapi jika ada staf yang diam-diam memperhatikanmu dan melihat matamu tertuju pada gadis itu bukan hanya kau saja yang akan tamat, tapi gadis itu juga. Kasihan kan jika ia tidak jadi debut?” ucap Hoshi panjang lebar.

‘Perkataan itu lagi.’ Batin Jun ia sudah hafal dengan isi ceramahan Hoshi. Ia paham dengan semua hal yang dibicarakan Hoshi. Sangat paham. Namun Jun bisa apa? Gadis ini menarik matanya dan mengambil hatinya  sejak pertama kali bertemu. Inikah yang dinamakan ‘Cinta pada pandangan pertama’?

 

-Flashback-

Hari ini, hari yang spesial bagi 13 laki-laki yang akhirnya dapat melakukan debut yang selama ini mereka impi-impikan dan mungkin hanya dalam khayalan mereka masing-masing. Semua staf Pledis Entertainment sudah mengucapkan selamat ke-13 laki-laki tersebut bahkan para Sunbaenya seperti After School dan Nuest baru saja mengucapkan selamat. Kini sekumpulan gadis-gadis trainee yang cantik dan manis yang biasa disebut ‘Pledis Girlz’ mulai mengucapkan selamat kepada Sunbaenya tersebut. Namun ada satu gadis yang menarik perhatian seorang laki-laki berperawakan manis. Yaitu Jun. Wen Junhui.

“Annyeonghaseo Seventeen Sunbae-nim!! Perkenalkan aku trainee Park Siyeon, selamat atas debut kalian ini adalah hasil kerja keras kalian selama ini. Aku yakin kalian akan sukses! Eum… Sunbae doakan aku juga ya agar bisa debut seperti kalian hehe Seventeen Sunbae, FIGHTING!!” ucap Siyeon dengan imutnya.

“Ah terima kasih Siyeon-ssi” balas Seventeen kompak.

“Siyeon-ah ayo kembali, sudah kan mengucapkan selamat kepada Seventeen Sunbae-nim?” tanya Nayoung teman Siyeon

“Ah- ne eonni! Maaf ya sunbae jika aku terlalu banyak bicara hehe. Sekali lagi selamat!” ucap Siyeon sambil menggandeng tangan temannya dan pergi berlalu dari Seventeen.

Sesingkat itu, sesederhana itu tiada yang spesial tetapi dapat mengambil hati seorang Wen Junhui. Pada awalnya Jun berpikir bahwa ini hanyalah perasaan sementara. Mungkin karena Jun merasa gadis itu cantik? Nanti juga perasaan itu akan menghilang begitu saja. Namun pikiran Jun salah. Perasaan ini tidak pernah hilang sudah hampir 1 tahun. Dari yang awalnya tidak ada yang mengetahui perasaan Jun sampai akhirnya semua teman Jun mengetahuinya.

-Flashback off-

“Annyeonghaseo Sunbae-nim!” sapa Pledis Girlz  kepada Seventeen lalu berlalu begitu saja meninggalkan kantin. Sesederhana itu mata Jun kembali tertarik pada seorang Park Siyeon dan jantungnya terus berdegub setiap meliat senyuman gadis itu.

 

“Ekspresi apa yang bisa menyampaikan hatiku padanya? Haruskahku mengambil hatiku untuk di-copy dan paste pada dirimu?”

-Wen Junhui-

Aku melangkahkan kakiku melalui beberapa lorong yang berada di gedung ini sendirian untuk menghilangkan rasa bosan dan kesepianku. Namun kenapa rasa bosan dan kesepian ini tidak hilang?

“Seandainya eonni-deul tidak punya kegiatan masing-masing. Pasti sangat menyenangkan jika sekarang ada mereka” gumam Siyeon sendirian

“Ah- Siyeon-ssi!!” panggil seorang lelaki yang sepertinya Siyeon kenali.

“Ah! Doogi PD-nim, Annyeonghaseo!” sapa Siyeon lalu membungkukkan tubuhnya untuk memberi hormat kepada lelaki yang ia sebut ‘Doogi PD-nim’. Lelaki itu pun menurunkan sebuah kardus berukuran sedang yang sepertinya cukup berat ke lantai lalu menatap Siyeon.

“Ne, Annyeong Siyeon-ssi. Begini, apakah kamu sedang tidak sibuk? Aku ingin meminta sedikit bantuan kepadamu. Tidak sulit kok” ucap Doogi PD-nim

“Ah ne! Aku sedang bosan karena tidak ada kegiatan, aku akan membantu Doogi PD-nim jika aku bisa! Ah- bahkan aku harus bisa!” balas Siyeon semangat dan tersenyum manis kepada Doogi PD-nim

“Bagus kalau begitu! Bantu aku ya bawakan kardus ini ke ruang latihan Seventeen, isinya hanya beberapa botol minum kok tidak berat! Aku melupakan proposal konsep album Seventeen di dalam mobil aku ingin mengambilnya. Kau bisakan membantuku?” ujar Doogi Pd-nim

Sekian detik Siyeon hanya menatap kardus tersebut, apakah ia yakin dapat membawanya? Kelihatannya kardus itu cukup berat walaupun hanya berisi beberapa botol minuman.

“Park Siyeon-ssi?” tegur Doogi PD-nim menyadarkan Siyeon dari lamunannya

“Ah ne PD-nim! Aku bisa!” balas Siyeon setelah tersadar dari lamunannya

“Yasudah kalau begitu aku tinggal ya! Cepat berikan minumannya karena mereka pasti sedang kehausan di ruang latihan” balas Doogi PD-nim lalu berlalu begitu saja meninggalkan Siyeon dan kardusnya.

-@ Practice Room-

‘Aish… hanya beberapa botol minuman? Tidak berat? Itu menurutnya! Apakah PD-nim tidak bisa melihat kalau aku ini gadis manis bertubuh mungil?’ celoteh Siyeon saat baru saja sampai tepat di depan pintu ruang latihan Seventeen. Namun saat Siyeon masih menggerutu sambil berusaha untuk membuka pintu…

‘BRUK’

Untung saja kardusnya masih tertahan ditangan Siyeon. Kalau kardus ini jatuh dan botol minuman itu berceceran habislah riwayatnya. Lagipula siapa yang menabrak Siyeon? Apakah ia tidak bisa melihat?

“Eoh? Nugu…” kalimat itu terpotong saat seorang laki-laki yang baru saja menabrak Siyeon melihat siapa wajah dibalik kardus tersebut. Dengan sigap laki-laki tersebut mengambil kardus tersebut dari tangan Siyeon. Siyeon sedikit bersyukur karena beban yang membuat kedua lengan mungilnya  ini sedikit bergetar menghilang begitu saja dari lengannya.

“Apa yang kau lakukan dengan kardus berat ini? Siapa yang menyuruhmu? Apa kau kesakitan? Ayo cepat masuk dulu keruangan dan jelaskan padaku apa yang terjadi?” tanya lelaki tinggi ini berturut-turut tanpa memberi waktu Siyeon untuk menjawab dan melangkahkan kakinya masuk kedalam ruang latihan diikuti Siyeon dibelakangnya. Setelah masuk kedalam ruangan yang berisi 13 laki-laki tersebut Jun yang ternyata menabrak Siyeon pun menurunkan kardus tersebut.

“Jadi jelaskan padaku apa yang terjadi?” tanya Jun pada Siyeon namun hal ini membuat Siyeon kebingungan karena sikap Sunbaenya yang menurutnya err… sedikit berlebihan?

“Eung… sebelumnya… Annyeonghaseo sunbaenim-deul” sapa Siyeon pada semua Sunbaenya yang kini sedang menatap bingung kearah Siyeon dan Jun. Setelah Siyeon menyapa Siyeon kembali menghadapkan pandangannya kepada Jun.

“Jadi begini Jun sunbaenim… yang menyuruhku adalah Doogi PD-nim. PD-nim meminta bantuanku untuk membawakan kardus minuman ini ke ruang latihan sunbaenim karena ia meninggalkan proposal album sunbae yang terbaru. Tapi, ini juga atas kemauanku kok! Aku sedang bosan jadi ya tidak ada salahnya kan jika aku membantunya?” jelas Siyeon pada Jun lalu kembali mengedarkan matanya ke arah sunbaenimnya yang lain. Siyeon merasa sangat canggung karena tatapan sunbaenimnya yang lain terlihat bingung dengan pembicaraannya dan Jun.

“Ya! Siyeon-ssi, kalau kau bosan kau kan bisa menyanyi atau menari? Hitung-hitung latihan? Kau juga bisa pergi ke taman? Ke mall? Kenapa malah membawa kardus berat ini? Kau itu bukan staf! Lihat! Tanganmu jadi merah karena membawa kardus itu!” celoteh Jun sambil memegang kedua tangan Siyeon dan mengusapnya berusaha untuk menghilangkan tanda merah tersebut. Sedetik kemudian bukan hanya lengan Siyeon yang berwarna merah tetapi kini wajah imutnya ikut berwarna merah merona seperti udang rebus. Siyeon pun langsung menghempaskan tangan Sunbaenya lalu menutup wajahnya malu.

“G-G-G-Gwenchana Sunbae! K-K-K-Kal-Kalau begitu aku pergi du-du-dulu! Selamat Latihan!” ucap Siyeon gugup lalu berlari keluar ruangan sambil masih menutup wajahnya. Namun hal lain terjadi.

‘BRUK!’

‘Lagi-lagi… Sekarang siapa yang aku tabrak?!’ batin Siyeon

Siyeon pun menurunkan kedua tangannya dari wajahnya dan melihat siapa yang ia tabrak tadi.

“Eoh Doogi PD-nim aku minta maaf! Aku yang tidak lihat-lihat. Kalau begitu aku permisi!” ucap Siyeon singkat,jelas,dan padat kemudian langsung berlari keluar sambil menutupi wajahnya lagi.

“Hey… ada apa dengan Park Siyeon? Kenapa wajahnya merah begitu? Apa yang kalian lakukan padanya?!” tanya Doogi PD-nim pada ke-13 anaknya. Namun yang ditanya hanya saling melirik satu sama lain, menaikkan bahunya, dan tidak menjawab. Sedangkan pelakunya? Wen Junhui? Apa yang dilakukannya sekarang? Ia hanya tersenyum seperti orang gila.

“Jun, Kau mulai gila karena cinta!” bisik Wonwoo pada Jun

“Gwiyowo” ucap Jun. Wonwoo yang mendengarnya kini mulai bergidik ngeri dengan sikap temannya satu ini.

 

Aku adalah seorang gadis. Seorang gadis tidak seharusnya memberikan hatinya dengan mudah kepada seorang laki-laki.

-Park Siyeon-

 

Hari demi hari sudah berlalu sejak kejadian ‘itu’. Kini Siyeon lebih sering menghindar jika bertemu dengan Seventeen di gedung Pledis dan hal ini menimbulkan kecurigaan teman-temannya di Pledis Girlz dan menimbulkan kekhawatiran pada Jun. Jun? Kenapa Jun? Ya, dia terus mengkhawatirkan Siyeon yang tak pernah ia lihat lagi sejak kejadian ‘itu’ bahkan saat Jun bertemu dengan Pledis Girlz tidak pernah ia menemui seorang Park Siyeon. Kekhawatiran Jun pun berimbas pada teman-teman segrupnya. Namun Seventeen bukan khawatir pada Siyeon namun khawatir pada Jun. Kenapa Jun? Karena ia semakin gila. Setiap hari ia terus menulusuri gedung Pledis untuk mencari keberadaan sang bidadari dan setiap tidur ia selalu mengigau.

“Park Siyeon~”

“Siyeon-ah~”

Ah- sungguh membuat pusing.

Kembali ke Siyeon, kini ia sedang berada di tempat persembunyiannya. Toilet wanita di lantai teratas gedung Pledis. Hanya itu tempat teraman untuknya saat ini. Mendengarkan lagu lewat earphone atau melihat video di Youtube atau bermain game di ponsel hanya itu yang bisa ia lakukan untuk mengusir rasa bosannya di dalam sebuah bilik toilet. Namun saat ia sedang membuka Youtube terlihat di list Youtubenya ‘Jun, Mingyu SEVENTEEN ft Baek Jiyoung at Thank You Concert’ entah mengapa matanya tertarik untuk melihatnya dan jari-jari lentiknya tertarik untuk meng-klik video tersebut. Saat ia melihatnya kalimat pertama yang keluar dari bibir manisnya adalah “Wah! Jun sunbae! Kkkk” namun kalimat-kalimat pujian yang keluar dari bibir manisnya hanyalah sementara sampai ia melihat adegan yang ‘cukup mesra’ antara Jun dan Baek Jiyoung.

“Ya!!!!!!! Jangan menyentuhnya!!”

“Jun sunbae… Mengapa kau bisa membuat hatiku berdebar dan mematahkan hatiku dalam waktu yang bersamaan”

“Ya! Wen Junhui!”

“Wen Junhui pulang sana ke China!!!!!!”

“Aku membencimu!!!”

“Wen Junhui kenapa kau melakukan hal ini…”

“Dasar lelaki buaya darat! Tidak bisa melihat wanita sexy sedikit saja!”

Ya… seperti itulah ucapan seorang fangirl ‘Park Siyeon’. Video tersebut sudah habis dan diakhiri dengan isakan tangis dan kepatah hatian Siyeon karena Wen Junhui. Tak lama setelah itu tertera di layar ponsel Siyeon sebuah pesan.

From: Eunwoo-ya

Ya! Siyeon-ah kau dimana? Semua mencarimu! Ayo cepat ke kantin, kau belum makan kan?

‘Ah- iya ya aku belum makan siang. Pantas saja daritadi perutku berbunyi’ batin Siyeon

To: Eunwoo-ya

OK! I’m on the way!

‘Send’

Siyeon pun melangkahkan kakinya keluar toilet walaupun sedikit memindik-mindik takut bertemu ‘Sunbaenya’. Siyeon pun memasuki sebuah lift yang hanya terisi olehnya dan menekan tombol 1 untuk menuju lantai 1. Saat di lift Siyeon kembali melihat video Jun sambil terus berceloteh tidak jelas.

“Dasar Jun sunbae menyebalkan! Bagaimana bisa dia membuatku jatuh hati dan patah hati di waktu yang bersamaan? Dasar lelaki!” celoteh Siyeon sambil terus menatap ke arah layar ponselnya.

“Itukan hanya pekerjaan. Jadi jangan patah hati” tiba-tiba ada suara laki-laki disamping Siyeon tanpa ia sadari. Karena ia menyadari adanya seseorang ia langsung menaruh ponselnya pada saku celananya dan menoleh siapa yang ikut berkomentar tentang video itu dengan Siyeon.

“J-J-J-JUN… JUN… JUN SUNBAE?!” ucap Siyeon terkejut. Dan ia semakin terkejut saat menyadari bahwa di dalam lift bukan hanya ada Jun tapi ada Dino,Wonwoo,Mingyu,Woozi, dan S.coups. Namun Siyeon sedikit bersyukur karena tidak 13 member yang berada di lift bersamanya saat ini.

“E-Eoh, A-Annyeong Sunbaenimdeul” sapa Siyeon gugup setengah mati kini wajahnya sangat merah padam namun ia masih bisa untuk membungkukkan tubuhnya kepada para sunbaenya sebagai tanda menghormati mereka.

“Mingyu, tadi Siyeon baru saja melihat penampilan kita dengan Baek Jiyoung sunbaenim di Thank You Concert. Dan sepertinya ia cemburu melihatku dengan Baek Jiyoung sunbae” goda Jun pada Siyeon. Wajah Siyeon kini kembali berwarna merah padam.

“Hahaha Siyeon-ah jangan cemburu itukan hanya profesional saja” balas Mingyu ikut menggoda Siyeon

“YA! AKU TIDAK CEMBURU!” balas Siyeon dengan nada sedikit tinggi dengan wajah merah padamnya. Namun sekian detik kemudian Siyeon menyadari bahwa ucapannya tadi tidak sopan kepada Sunbaenya.

“A-ah maksudku aku tidak cemburu sunbae, aku… aku hanya… ah lupakan saja! Aku mohon kalian jangan menggodaku seperti ini” ucap Siyeon kini dengan nada sedikit lembut dibanding sebelumnya

“Hey sudahlah kalian jangan menggoda Siyeon, kalian tidak lihat wajahnya sudah merah padam?” ucap S.coups dengan sedikit terkikik. Menyadari perkataan sunbaenya Siyeon langsung menutup wajahnya malu.

“Siyeon-ah, kau ingin kemana?” tanya Dino

“Aku ingin ke kantin Dino-ya” balas Siyeon

“Hey kalian terlihat akrab?” selidik Jun karena percakapan Dino dan Siyeon tidak memakai bahasa formal.

“Ya hyung! Jangan cemburu. Siyeon dulu adalah teman dekatku saat kami menjadi trainee bersama-sama” balas Dino pada Jun

‘Cemburu… Apa maksudnya?’ pikir Siyeon

“Kenapa kau tidak pernah cerita?!” selidik Jun lagi

“Hyung tidak pernah bertanya” balas Dino santai

Kini tanpa sadar pintu lift sudah terbuka artinya lift ini sudah sampai lantai 1

‘Loh? Mereka juga ke lantai 1? Astaga tuhan tolong pisahkan aku dengan mereka’ batin Siyeon

Siyeon pun langsung keluar lift saat seluruh sunbaenya sudah keluar. Ia pikir ia akan berpisah dengan sunbaenya namun kenyataan berbeda dengan pikiran Siyeon.

“S-S-Sunbae, kalau begitu aku duluan ke kantin” ucap Siyeon lalu membungkukkan tubuhnya. Baru saja ia ingin melangkahkan kakinya untuk menjauh

“Siyeon-ah tunggu! Ayo bareng, kita juga mau ke kantin. Kita belum makan siang!” ucap Jun yang kini sudah berdiri di samping Siyeon dengan senyuman manisnya

‘Sial! Mau sampai kapan aku menutupi wajahku?’ batin Siyeon

Kini Jun dan Siyeon berjalan bersama menuju kantin berdampingan. Berdampingan.

 

 

Aku akan berpura-berpura seperti aku tidak peduli. Jadi kau tak melihat perasaanku yang sebenarnya padamu

-Park Siyeon-

 

Hari ini secara resmi Pledis Girlz mengeluarkan Music Video berjudul ‘We’ semua terlihat senang karena mendapat tanggapan positif dari para netizen walaupun ada juga komentar negatif yang mereka terima. Kini, Park Siyeon sedang berada di atap gedung Pledis Entertainment sedang melihat indahnya langit malam yang diterangi oleh bulan dan bintang-bintang. Ia berdoa di dalam hatinya ini adalah baru langkah pertamanya di industri hiburan dan semoga langkah yang ia ambil adalah langkah yang baik dan dapat membawanya ke tangga paling tinggi dalam karirnya.

“Pledis Girlz Fighting!!!”

“Park Siyeon Fighting!!”

Teriaknya sendirian hanya ditanggapi oleh dinginnya angin malam. Ia pun memeluk tubuhnya sendiri karena kulit tubuhnya mulai merasakan dinginnya angin malam.

“Kenapa hanya memakai baju lengan pendek dan celana pendek? Malam ini cuaca sedang dingin” ucap seorang laki-laki sambil memakaikan sebuah jaket ke tubuh Siyeon. Siyeon mulai merasakan kehangatan, namun bukan dari jaket yang menutupi tubuhnya namun dari suara laki-laki yang bisa menghangatkan dirinya. Siyeon pun melihat kearah suara tersebut.

“Eoh? Jun sunbae… gomawo” balas Siyeon. Seiring waktu berlalu kini ia sudah tidak terlalu terkejut dengan kedatangan Jun. Ia sudah mengenali suara Jun dan kini sudah tidak ada kecanggungan lagi diantara mereka.

“Aku kan bertanya, kenapa memakai pakaian serba pendek begitu? Malam ini kan cuaca dingin” Jun kembali mengucapkan pertanyaannya

“Ah-” satu kata yang keluar dari bibir Siyeon kemudian ia memakai jaket yang diberikan oleh Jun

“Sekarang sudah tidak serba pendek kan?” ucap Siyeon sambil terkikik saat selesai memakai Jaket yang diberikan Jun

“Ey~ aku tanya serius” balas Jun jengkel namun disertai senyuman dan kekehan yang keluar dari bibirnya. Sedetik kemudian tanpa menunggu jawaban Siyeon atas pertanyaannya tangan Jun terangkat tepat diatas kepala Siyeon dan sedikit mengacak rambut Siyeon yang membuat Siyeon memajukan bibirnya karena kesal.

“Ah- ya! Aku kesini karena diberitahu Yebin kalau kau ada disini. Dan juga… aku ingin memberikan sesuatu padamu” ucap Jun lalu mengambil sebuah kertas berwarna merah muda di dalam saku celananya yang terlipat kecil dengan rapih. Tangan Siyeon pun langsung mengambil kertas tersebut walaupun ia terlihat bingung.

“Ini… apa?” tanya Siyeon pada Jun

“Itu bukan sekedar kertas biasa. Didalamnya ada tulisanku jadi kuharap kau punya waktu untuk membacanya” balas Jun sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

‘Tentu saja aku punya waktu! Kalaupun tidak, akan aku sempatkan!’ batin Siyeon sambil tersenyum malu. Entah kenapa ia merasa sangat malu dan jantungnya terus terpompa dengan kencang. Namun berbeda dengan batinnya, pada kenyataannya ia hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab Jun.

-SKIP-

Di kamarnya Siyeon menatap langit-langit kamarnya namun yang terlihat dan terbayang dimatanya hanyalah seorang ‘Wen Junhui’. Mungkin ini yang dinamakan jatuh cinta. Siyeon pun langsung mengambil kertas berwarna merah muda yang tadi diberikan Jun dan membacanya.

This is a Love Letter for you

Dear Park Siyeon…

Aku, Wen Junhui. Aku tidak pandai berbasa-basi, jadi langsung pada intinya saja ya? Kkkkk

Jujur… hatiku berdebar saat aku melihatmu pertama kali saat kau mengucapkan selamat untukku dan teman-teman. Entah, tiada yang spesial darimu pada saat itu tetapi hatiku berkata kau terlihat sangat cantik dengan senyuman manis yang kau tunjukkan. Kau bagaikan bidadari yang diutus Tuhan untukku. Hanya untukku.

Sejak saat pertama, muncul keajaiban terambil hatiku dan tertarik mataku. Kau seorang pengambil! Kkkk. Aku tidak pandai menggambar atau bahkan melukis tapi saat memikirkanmu aku melukis wajahmu dalam khayalanku, aku begitu banyak memikirkanmu! Sekarang aku tidak bisa menghapus gambaran dirimu didalam pikiran dan hatiku.

Terima kasih karena sudah mewarnai hari-hariku selama ini (walaupun tidak setiap hari kita bertemu). Dengan membayangkanmu saja, Kau sudah bisa menjadi penyemangatku setiap kali aku merasa sedih dan susah. Aku… Aku… Aku mencintaimu Park Siyeon.

  1. Kau tidak perlu menjawab perasaanku sekarang aku tahu kau masih ingin debut dan menata karirmu tanpa skandal kkkk aku pun juga ingin begitu. Perasaan ini… perasaanku ini cukup kau rasakan aku sudah sangat senang. Tapi ingat! Disini aku akan selalu menunggu jawaban perasaanku kepadamu. Jadi untuk sekarang mari kita semangat menata karir kita masing-masing! Park Siyeon yang aku cintai, Semangat!

With Love, Wen Junhui.

Selembar kertas yang membuat jantung Siyeon terus berdegub kencang dan membuat senyum Siyeon mengembang tiada hentinya terkadang ia terkekeh sendiri.

‘Dia bilang aku mengambil hatinya, Dia bilang aku membuat matanya tertarik. Dasar Pembual!’ batin Siyeon

“Wen Junhui, aku juga mencintaimu”

“Wen Junhui yang aku cintai, Semangat!” ucap Siyeon dengan suara pelan karena takut mengganggu Yebin teman sekamarnya terbangun. Siyeon pun menyembunyikan selembar kertas tersebut dilacinya.

Masih dengan senyumannya Siyeon mulai memejamkan matanya untuk bersiap menuju alam mimpinya.

“Wen Junhui yang aku cintai, Selamat tidur!”

-TAMAT-

 

 

 

I Like You

Cast:

  • Choi Yoojung (I.O.I)
  • Kwon Soonyoung a.k.a Hoshi (SEVENTEEN)

“Yoojung… itu… katanya Hoshi…”

“Apa?”

“Suka katanya”

‘BLUSH’

Yoojung tersedak angin mendengar ucapan teman sekelasnya yaitu Dokyeom yang mengatakan bahwa sahabatnya Hoshi yang juga teman sekelas Yoojung menyukainya. Yoojung menganggap apa yang diucapkan oleh Dokyeom adalah gurauan semata karena apa yang dikatakan oleh Dokyeom sangat berbanding dengan kenyataan. Di keseharian Hoshi dan Yoojung jarang berbicara bahkan saling menyapa jika bertemupun jarang. Dengan pipi yang bersemu merah Yoojung memukuli tubuh Dokyeom kesal.

“BODOH! Bercandamu tidak lucu! Mana mungkin dia menyukaiku” ucap Yoojung kesal

“Ya! Sakit Yoojung-ah, hentikan! Memang faktanya kalau Hoshi menyukaimu” balas Dokyeom dengan nada yang keras sehingga seluruh orang yang ada di penjuru kelas dapat mendengarnya. Mendengar ucapan Dokyeom membuat satu kelas hening beberapa saat.

“CIEEEEE…..” goda seluruh anak satu kelas

“Kalau jadian bilang-bilang ya!” celetuk salah satu teman Yoojung.

Yoojung hanya diam tak bergeming dengan mata tajam menatap Dokyeom yang membuat Yoojung digoda anak satu kelas. Tapi Yoojung dapat sedikit bernafas lega karena Hoshi sedang tak ada di dalam kelas, kalau ada habislah Yoojung mau taruh mukanya dimana.

 

 

Sejak saat itu Yoojung dan Hoshi sering menjadi korban ‘jodoh-jodohan’ anak satu kelas seperti acara Reality Show ‘We Got Married’. Namun Yoojung tak pernah menanggapi serius apa yang dikatakan teman-temannya karena pada faktanya Hoshi tak pernah mendekatinya seperti yang akan dilakukan banyak laki-laki ketika menyukai seorang perempuan. Yoojung dan Hoshi hanya berbicara seadanya jika perlu, itupun jika mereka berbicara berdua anak sekelas langsung meledeki mereka berdua.

Namun, Seiring waktu berlalu Hoshi berubah, tapi bukan berubah jadi Power Rangers dia masih manusia kok. Dia berubah, dia sekarang benar-benar terlihat seperti mendekati Yoojung. Hoshi sekarang lebih sering menyapa Yoojung atau mengajak Yoojung berbicara.

“Sejeong-ah! Doyeon-ie! Nanti ada yang bisa temani aku gak? Mau beli buku nih, untuk ganti bukunya si Hyungwon yang aku hilangkan waktu itu. Tadi aku ketemu anaknya di perpustakaan engga enak jadinya aku belum ganti-ganti buku dia dari seminggu lalu” ucap Yoojung kepada kedua temannya sesampainya di kelas

“Mian, aku ada janji kencan sama Jungkook Sunbae hehe” ucap Doyeon dengan wajah merasa bersalah sekaligus malu-malu kucing

“Yoojung-ah aku juga tidak bisa, aku harus menjaga eomma di rumah sakit” balas Sejeong. Mendengar jawaban kedua sahabatnya Yoojung hanya dapat menghela nafas pasrah.

“Yasudahdeh aku sendiri saja. Doyeon-ie semoga kencanmu sukses dan Sejeong-ah semoga eomma-mu cepat sembuh ya!” ucap Yoojung sambil tersenyum kepada kedua temannya

“Yoojung mau kemana?” tanya Hoshi tiba-tiba datang menghampiri Yoojung dan teman-temannya

“Nah! Kebetulan banget kamu Hosh! Kamu temani Yoojung ya nanti sepulang sekolah ke toko buku. Kasian kalau Yoojung sendiri” titah Doyeon sembarangan

“OK! Pulang sekolah kan? Sip!” ucap Hoshi tanpa berpikir panjang yang membuat Yoojung melongo dibuatnya. Hoshi pun langsung melenggangkan kakinya kembali ke tempatnya tanpa berkata apa-apa pada Yoojung

“Wah, Hoshi kayaknya mulai gerak cepat nih deketin kamu” goda Sejeong

“Ih! A-apaan sih!” balas Yoojung malu sambil menutupi kedua pipinya yang bersemu merah membuat kedua sahabatnya terkikik melihatnya.

 

“Yuk!” ajak Hoshi tiba-tiba berada dihadapan Yoojung yang sedang membereskan tasnya

“CIEEEEEEE….”

“GAS TERUS HOSH!”

“OTW MAKAN-MAKAN NIH”

Begitulah celetukan teman-teman sekelas Yoojung dan Hoshi. Sedangkan respon ‘korban’ celetukan yang laki-laki hanya senyam-senyum gak jelas menanggapinya dan yang perempuan terus menggerutu melihat kelakuan teman-teman sekelasnya.

“Hoshi beneran nih mau temenin? Gak ngerepotin kan?” tanya Yoojung meyakinkan

“Santai aja kali kayak kita baru temenan berapa hari aja. Daripada kamu sendirian? Nanti diculik lagi” balas Hoshi yang sukses membuat seluruh wajah Yoojung memerah karena malu

“GAS LAGI HOSH!”

“MODUSNYA PRO BANGET HOSH!”

Lagi. Celetukan teman-teman sekelas membuat Yoojung tak tahan ingin pergi keluar dari kelas.

“Udah yuk jalan sekarang, daripada disini banyak yang ganggu dan takut kemaleman juga nanti pulangnya” ucap Hoshi lagi lalu menarik tangan Yoojung membawanya keluar kelas sehingga mendapat sorakan dari teman-teman sekelas namun tidak mendapat tanggapan dari Hoshi ataupun Yoojung.

Setelah keluar dari area sekolah Hoshi dan Yoojung pun berjalan menuju toko buku terdekat. Padahal Hoshi ngajak yang jauh, biasa mau modus. Tapi takdir berkata lain, Yoojung mau yang dekat-dekat aja. Selama di perjalanan mereka berdua terlihat canggung karena saling diam dan tak ada yang membuka percakapan.

“Hmm… anak-anak suka jahil ya, nyebelin” ucap Yoojung berbasa-basi

“Anak-anak? Anak siapa?” balas Hoshi sambil menatap Yoojung dan membuat Yoojung kikuk serta bingung

“Ya, anak-anak kelas Hosh yang suka jahil ledekin kita, nyebelin ya” balas Yoojung

“Oh, anak-anak kelas aku pikir anak-anak kita di masa depan nanti” ucap Hoshi modus. Modusnya pro banget ya

“Hahaha apaan sih Hosh!” tawa Yoojung mendengar ucapan Hoshi. Hoshi pun tersenyum senang melihat Yoojung yang tertawa karenanya

Akhirnya kecanggunganpun mulai hilang diantara mereka berdua sampai akhirnya mereka selesai membeli buku untuk menggantikan buku Hyungwon yang dihilangkan oleh Yoojung.

“Hmm… makasih ya Hosh udah mau temenin hari ini. Kamu ternyata lucu” ucap Yoojung pada Hoshi saat di halte bus menunggu bus yang menuju ke arah rumah Yoojung datang. Mendengar ucapan Yoojung membuat Hoshi senang bukan kepalang membuat hatinya ingin melompat kegirangan dan membuat tingkat kepercayaan diri Hoshi untuk mendekati Yoojung naik drastis.

“Udah banyak sih yang bilang kalau aku itu lucu” canda Hoshi yang lagi-lagi membuat Yoojung tertawa melihat tingkahnya. Namun tiba-tiba bus yang menuju rumah Yoojung tiba dan harus memisahkan mereka berdua

“Hosh, aku duluan ya!” pamit Yoojung lalu menaiki busnya lalu terus melambaikan tangannya ke arah Hoshi sampai akhirnya busnya berangkat dan meninggalkan Hoshi yang masih setia tersenyum melihat ke arah bus yang dinaiki Yoojung

“YA! CHOI YOOJUNG! AKU AKAN MEMBUATMU JATUH CINTA PADAKU!” pekik Hoshi yang membuat beberapa orang yang ada di halte menggelengkan kepalanya heran dan berpikir bahwa Hoshi adalah orang gila

-THE END-

This is Love

Cast       : Eunhyuk Super Junior

Tae MaYeon (OC)

Genre   : Romance

Ini adalah cinta Anda mengajarkan saya bahwa segala sesuatu di dunia ini adalah kasih –Lee Hyuk Jae-

Aku tahu kau berbeda, kau seperti bintang. Hanya seperti itu, cinta kasih Kau dan Aku hanya kita berdua –Tae Ma Yeon-

Tae MaYeon pov

‘Kring… Kring… Kring…’ suara bising yang menggangu waktu istirahatku “Eung… ish menggangu saja” ucapku sambil mengerjapkan kedua mataku dan meregangkan tubuhku. ‘Kring… Kring… Kring…’ ahh~ suara itu lagi segera ku ambil ponselku yang terletak tidak jauh dari tubuhku tertulis ‘Han MaRa is calling’ “Yeoboseyo~” jawabku malas “Yak! Eodiseoyo? Aku sudah menunggumu di cafetaria hampir 30 menit tapi batang hidungmu tidak terlihat sama sekali! Aku sudah bosan meminum 3 gelas cappucino” balasnya dengan nada keras. Apa maksudnya? Menungguku? Memang kami ada janji? “Unni-ya~ siapa yang menyuruhmu menungguku di cafetaria? Aku saja baru bangun tidur. Itupun aku terbangun karena ponselku berbunyi di telepon olehmu berkali-kali” jawabku santai sambil mendudukkan diriku di kasur lembutku. “MWOYA?!!! YAK!! NEO!! MICHEOSOYO!! HARI INI KAU ADA AUDISI UNTUK MENJADI DANCER DI LAGU TERBARU SUPER JUNIOR!!! KAU TIDAK MAU BERTEMU DENGAN PRIAMU LEE HYUKJAE EOH?!! CEPAT MANDI DAN KE SINI ATAU AKU AKAN MEMBUNUHMU DENGAN SADIS!!!!” jawabnya sangat keras sehingga aku menjauhkan telingaku dari ponselku “Audisi? Super Junior?” gumamku masih terus berfikir “OMO! AAAAAKKHHH AKU LUPAAAA EOMMA!!!!!” teriakku. Dengan cepat aku langsung bergegas menuju kamar mandi. 10 menit berlalu aku langsung bergegas memakai pakaian yang baru aku beli seminggu lalu yang sengaja kupersiapkan untuk hari ini. Tanpa pamitan aku langsung masuk ke mobil merahku dan pergi ke cafetaria.

Tae MaYeon pov end

Author Pov

-Cafetaria-

“Tae MaYeon… mati kau hari ini” gumam MaRa sambil meremas gelas cappucino ke 6 nya. “Girls~! Aku yakin aku pasti terpilih menjadi dancer untuk lagu terbaru Super Junior Oppadeul~ kkk~!” teriak seorang gadis centil kepada teman-temannya “Cih… berlebihan… menjijikan… aku yakin tidak mungkin Super Junior Oppadeul memilih gadis centil itu” gumam Han MaRa sambil melirik sinis gadis centil itu. ‘Kring~!’ bunyi bel pintu cafe, kemudian muncul lah seorang gadis cantik tetapi tampilannya ‘sedikit’ berantakan. “Unni-ya!!!!” Teriak gadis itu yang mengagetkan seluruh pengunjung cafe terkecuali MaRa, ya dia tidak terkejut lagi karna dia tahu pasti itu sahabatnya yang sudah ia anggap sebagai adik kecilnya. “Baboya! Jangan teriak seperti itu lihat penampilanmu! Sangat berantakan!” ucap MaRa dengan wajah jengkel “Hehe… Mian, kau tahu kan aku terlambat? Karna aku buru-buru jadi seperti ini” jawab Yeon gadis cantik yang tampilannya ‘sedikit’ berantakan dengan wajah memelas. “Ayo kita ke tempat audisi. Tapi sebelum itu aku akan merapihkan dirimu terlebih dahulu agar tidak memalukanku” ucap MaRa.

-Gedung SMEnt-

Yeon sudah sangat rapih dan siap untuk menunjukkan bakat menarinya tapi ia sangat gugup tapi itu hal yang wajar kan? Tapi yang tidak wajar darinya apabila ia sedang gugup ia akan bersin berkali-kali. “Hatchi!! Hatchi!!” bersinnya. Mungkin ini sudah bersinnya yang ke ratusan kali “Yak!! Berhentilah bersin, bagaimana saat nanti kamu menari kamu bersin? Kau akan gagal yeon-ah~” ucap MaRa sambil mengelus rambut adiknya itu. “Tidak bisa unni~ aku gugup” jawab Yeon sambil menundukkan kepalanya. “Unni… jika… jika… jika… aku gagal unni tidak akan marah kan? Atau unni akan marah dan menyesal sudah menemaniku kesini?” sambung Yeon “Aish kenapa berbicara seperti itu? Tidak yeon, aku tidak akan marah atau menyesal. Lagipula kata siapa kau akan gagal? Kau pasti berhasil!” balas Mara sambil mengepalkan tangannya sebagai tanda memberi semangat kepada adik kecilnya. “Kata bersinku…” Jawab Yeon dengan wajah memelas, seketika MaRa  tertawa sangat kencang “Baboya! Kkk~ memang bersinmu bilang apa padamu? Hahaha” Tanya MaRa “Unni aku serius. Jika aku gugup aku akan bersin terus, lalu menurutku itu akan membawa kegagalan untukku” jawab Yeon “Yeon, jangan gugup! Saat sekolah dulu kau sering menari di depan kelas di depan banyak siswa baik itu teman kelas kita atau kelas lain dan kau tidak pernah gugup ataupun bersin-bersin sehingga membuat para lelaki senang melihat lekukan tubuhmu saat menari. Jadi anggap saja juri-juri yang nanti menilaimu adalah teman-teman sekolah kita dahulu” Saran MaRa. Yeon langsung menganggukkan kepalanya mantap. Tak lama kemudian namanya dipanggil untuk tampil Yeon pun langsung bergegas ke ruang audisi. 15 menit kemudian Yeon keluar dari ruang audisi dan berlari kearah Mara dan memeluk unni nya “Unni!! Aku tidak bersin!!!” teriaknya sehingga membuat orang-orang yang mendengarnya tertawa. “kkk~ lalu bagaimana? Kau lolos?” tanya Mara. Yeon menggelengkan kepalanya “Belum tahu, katanya jika aku lolos aku akan ditelepon 1 atau 2 hari setelah audisi” jawab Yeon.

Author pov end

2 hari berlalu…

Tae MaYeon pov

Ini sudah 2 hari setelah audisi tetapi tidak ada telepon sama sekali hft… sepertinya aku gagal. Aku pun menundukkan kepalaku aku sudah berfikir bahwa aku gagal dan aku harus menerima dengan lapang dada mungkin ada yeoja yang lebih cantik, lebih sexy, dan lebih segalanya dari pada aku. Aku berjalan lunglai menuju kaca besarku aku menatap wajahku… ya aku tidak cantik… aku cantik karena make up… tubuhku? Hanya orang rabun yang bisa melihat kesexyan tubuhku. ‘Tes… Tes…’ air mata berlinang begitu saja di wajahku aku mengusap air mataku tapi mengapa air mata itu muncul lagi? “Hiks… Hiks…” aku terduduk di lantai kamarku menekuk kedua lututku membenamkan wajahku ke kedua lututku “Aku terlalu percaya diri… hiks… hiks…” tangisku semakin deras “Lee HyukJae… kita tidak bisa menari bersama… hiks… hiks…” tak berapa lama kemudian ‘Kring… Kring… Kring’ ponselku berbunyi? Apa itu dari pihak SMEnt? Apa aku berhasil? Aku langsung bergegas mengambil ponselku saat aku melihat layar ponselku tertera ‘Han Mara is Calling’ hft… sudah kuduga aku terlalu percaya diri.

“Yeoboseyo?”

“Yeon-ah!!!!” teriak unni Mara di telepon

“Hm?”

“Yak! Waeeyo? Kau seperti sedang tidak bersemangat”

“Hm… gwenchatna. Ada apa unni menelponku?”

“Ke sungai han sekarang! Aku tidak mau kau menolaknya atau terlambat! Sampai bertemu adikku sayang!”

‘pip’ telepon ditutup begitu saja olehnya. Hah… jujur saja aku sedang malas tapi sepertinya ada sesuatu yang penting ingin disampaikan oleh unni Mara, aku langsung  mengganti pakaianku dan mengambil sepedaku, sepeda? Ya jika ke sungai han aku selalu naik sepeda karna jaraknya yang tidak terlalu jauh dari rumahku.

-Sungai Han-

Aku mencari keberadaan unniku. Dimana dia? Kuambil ponselku dan menelponnya tidak berapa lama teleponku langsung diangkat olehnya. “Unni eodisoyo?” tanyaku “Ahh~ arraseo aku segera kesana” jawabku lagi dan menutup telepon segera ku goweskan sepedaku ke tempat biasa aku bertemu dengan unni mara di sungai han. ‘Itu dia’ gumamku. Akupun menghampiri seorang gadis mungil yang sedang meminum susu kotak “Unni waeyo?” tanyaku sambil turun dari sepeda dan menyenderkan sepedaku di pohon besar “Ahh~ kau sudah datang? Kau mau minum apa? Atau kau mau makan? Ahh~ atau kau mau ice cream? Coklat? Kue?” tanyanya beruntun ‘Ada apa dengannya? Kenapa ia sangat bersemangat? Apa dia baru saja memiliki namja chingu?’ batinku “Ani… aku tidak ingin apa-apa, unni ada apa menyuruhku kesini?” tanyaku to the point. “Yak! Mengapa langsung ke pokoknya. Aku ingin mentraktirmu sesuatu karena aku sedang senang” jawabnya. Hft… aku sedang tidak bersemangat untuk basa-basi “Unniya!! Cepat katakan ada apa? Aku sedang tidak dalam mood yang bagus” ucapku sinis “kkk~ arraseo aku sedang senang karena adik kesayanganku diterima menjadi dancer di lagu baru Super Junior” ucapnya ‘adik kesayangan? Siapa yang dia maksud? Apa dia punya adik kesayangan yang lain yang ikut audisi?’ batinku sambil mengernyit bingung “Maksudmu?” tanyaku “Tae Mayeon adik kesayanganku diterima menjadi dancer yang menemani Eunhyuk Super Junior di lagu baru Super Junior yang berjudul Evanesce!” ucap unni Mara tegas.
“Unni jangan bercanda aku saja tidak menerima telepon apa-apa dari pihak SMEnt” jawabku sinis “Babo! Saat daftar audisi siapa yang mendaftarimu? Aku kan? Karena aku lupa nomer teleponmu lebih baik aku beri nomor teleponku lalu jam 10 pagi tadi pihak SMEnt menelponku bahwa kau diterima dan besok pagi kau harus sudah ada di gedung SMEnt untuk bertemu Super Junior terutama Eunhyuk dan kau tidak boleh telat!” jelas unni Mara “Dan apakah kau belum melihat website SMEnt? Sudah dipajang fotomu dan sudah ada berita konfrim kau pemenang audisi kemarin” sambungnya lagi. Seketika lututku lemas secara spontan aku terduduk di tanah “K…K..Ka..Kau tid..tidak ber…ber..can…da…kan?” tanyaku lemas tatapan mataku kosong perasaanku campur aduk aku tidak bisa berfikir secara normal. Tiba-tiba unni Mara mengeluarkan majalah dari tas rillakumanya “Baca halaman 15” ucapnya. Dengan cepat kuambil majalah tersebut dan membuka halaman 15 tertera artikel yang berjudul ‘[KONFIRMASI] PEMENANG AUDISI PENARI UNTUK LAGU EVANESCE SUPER JUNIOR ADALAH GADIS BERUMUR 19 TAHUN BERNAMA TAE MA YEON. BAGAIMANA PENDAPAT PARA NETIZEN?’ apakah ini nyata? Atau hanya mimpi? Ku tampar berkali-kali pipiku “Yeon!! Pipimu sudah merah” ucap unni Mara mengahalangi tanganku untuk menampar pipiku lagi “Kau tidak sedang mimpi Yeon-ah~” sambungnya lagi. Kupeluk unni Mara “Unni!!!! Aku menanggggggg!!!!!!!!!!!!!”  teriakku pas di telinganya “Tidak perlu teriak di telingaku aku sudah mengetahhuinya” balas unni Mara sambil memberikan senyum padaku.

Aku membaca artikel itu berkali-kali aku membaca pendapat para netizen yang sangat positif untukku aku pun menyunggingkan senyum bahagiaku dari Sungai Han sampai rumah bahkan sampai aku tertidur di kamarku.

Tae MaYeon pov end

Eunhyuk pov

Kulirik jam tanganku menunjukkan pukul 07.00 KST kurasa sedari tadi jam menunjukkan pukul 07.00 KST apa jam ku rusak? Atau waktu yang berjalan begitu lambat? “Hyukjae-ya~ kulihat sedari tadi kau memperhatikan jam tanganmu terus ada apa?” Tanya Shindong Hyung “Apa dancer yang menemaniku untuk lagu Evanesce sudah datang? Atau ia akan datang jam berapa? Atau dia sedang di jalan?” tanyaku beruntun “Bwahahahaha yak! Hyuk-ah ada apa? Kurasa dari semalam kau menunggu kedatangan yeoja itu? Apa kau mengenalnya? Atau kau jatuh cinta pada pandangan pertama? Kkk~” ucap Donghae dengan nada mengejek ‘Ikan ini ingin ku bunuh lalu kupanggang’ batinku. Seketika member yang lain mentertawakanku “Ternyata casanonva kita sedang jatuh cinta?” Ledek Kyuhyun “Yak! Jangan meledekku aku hanya ingin berkenalan. Dan aku hanya takut tidak ada rasa kecocokan dengannya.” Ucapku membela diriku “Cih… kau berbohong Lee HyukJae-ssi” ucap Siwon  “Aku tidak berbohong! Aku hanya ingin berkenalan lebih jauh dengannya agar kita merasa nyaman satu sama lain.” Ucapku lagi “Jangan menggoda Eunhyuk seperti itu. Kalaupun ia sedang jatuh cinta pada yeoja itu bagus bukan? Kulihat yeoja itu cantik dan aku setuju jika Eunhyuk dengan… Eung… Siapa nama yeoja itu? Aku lupa” Tanya Leeteuk Hyung “Tae MaYeon namanya” jawabku “Bwahahahaha dengar!! Dengar!! Ia langsung hapal nama yeoja itu!!” teriak Ryeowook heboh seketika dorm langsung heboh dengan ledekan yang ditujukan untukku. ‘Ting Tong….’ bunyi bel dorm menandakan ada sesorang di balik pintu Leeteuk hyung langsung membukakan pintu apartemen kami, ternyata yang datang Manajer Hyung “Kalian semua! Ayo siap-siap kalian harus berkenalan dengan Tae MaYeon yang akan bekerja sama dengan kalian di lagu Evanesce” ucapnya. Seketika wajahku sumringah mendengarnya entah kenapa aku sudah tidak sabar latihan dengannya padahal biasanya jika aku ada kerja sama dengan sexy dancer aku tidak sebahagia ini. “Hyung… sepertinya Eunhyuk sudah tidak sabar bertemu yeoja itu dan dia sudah sangat siap untuk bertemu dengan yeoja itu kkk~” ledek Kangin hyung “Maksudmu Kangin?” tanya Manajer hyung “Tanya saja pada casanova itu kkk~” balas Kangin hyung. ‘dasar menyebalkan’ batinku. “Yak! Eunhyuk jangan sekali-kali kau berani menggoda gadis itu, gadis itu masih terlalu polos untukmu” ucap Manajer hyung. Apa maksudnya? Masih terlalu polos? Untukku? Memang aku kenapa? “Yak! Apa maksudmu Manajer hyung?” Balasku sinis. Semua pun tertawa melihat tingkahku. Apa ada yang aneh?

-Ruang Pertemuan-

‘Deg…Deg…Deg…’ kenapa hatiku berdegup kencang sedari tadi? Tiba-tiba muncul seorang gadis cantik dan manis membuka pintu “Annyeonghaseo~!” sapanya sambil membungkukkan setengah tubuhnya. Aku dan member lain langsung bangun dari tempat duduk dan membalas sapannya serta membungkukkan setengah badan “Yeon-ssi silahkan perkenalkan dirimu kepada Super Junior” suruh Manajer hyung. “Ah nde~ Annyeonghaseo jeu ireumnen Tae MaYeon imnida mannaso bangapseumnida kamsahamnida!” ucap gadis itu sambil membungkukkan badannya dan tersenyum manis. Kami pun membalas sapaannya dan menyebutkan nama kami satu persatu. Setelah itu meeting dimulai kami membicarakan tentang jadwal yang harus dipenuhi oleh Yeon dan membicarakan tentang kerja sama kami tetapi aku tidak fokus pada meeting aku terus menatapi wajah Yeon seperti aku pernah melihatnya kurasa Yeon sadar aku pandangi sedari tadi tapi biarlah aku senang memandangi wajahnya. ‘Pletak!’ tiba-tiba kurasa ada benda kecil yang mengenai kepalaku “Ah~ appo~” gumamku sambil mencari benda apa yang mengenai kepalaku “Lee HyukJae! Jangan hanya terus memperhatikan Yeon-ssi! Perhatikan aku juga!” ucap Manajer hyung ‘Memalukan’ batinku. Kulirik Yeon terkikik sambil melihat ke arahku “Yeon-ssi maaf sebelumnya jika kamu risih dilihat terus oleh monyet biadap itu kau tampar saja wajahnya” seru Leeteuk hyung “Yak! Hyung! Teganya kau!” ucapku lalu aku menengok kearah Yeon “Mianhae” ucapku sambil menundukkan kepalaku “Ne gwenchana” balasnya dengan suara lembutnya. Meeting pun selesai aku akan bertemu dengannya 3 hari dalam seminggu. Manajer hyung pun membubarkan meeting ia langsung keluar dari ruangan ketika Yeon ingin keluar aku mencegahnya “Ya! Yeon-ssi” panggilku. Member Super Junior pun langsung mellirik ke arah ku aku tidak peduli. “Ne?” jawabnya sambil tersenyum “Apakah kau punya KakaoTalk? Atau Line?” tanyaku. “Eung… ada, ada apa ya?” tanya nya dengan wajah bersemu merah “Bolehkah aku meminta id nya? Tenang saja aku bukan orang jahat, kita kan akan bekerja sama jadi aku ingin agar kau dekat denganku dan tidak merasa canggung” ucapku meyakinkan Yeon “Ah~ nde Eunhyuk-ssi” ucapnya formal. Ia langsung memberikan id line dan kakaotalknya padaku “Yeon… kumohon jangan memanggilku dengan –ssi kau kan lebih muda dariku panggil saja aku oppa” ucapku ragu sambil menggaruk tengkukku yang sebenarnya tidak gatal “Oh arraseo oppa-ya” jawabnya sambil menggigit bibirnya dan kulihat wajahnya bersemu merah seperti tomat rebus. “Sekarang kau boleh pulang, istirhat yang cukup Yeon-ah jaga kesehatanmu” ucapku. Kenapa aku jadi perhatian? “Nde~” balasnya dan membungkukkan setengah badannya kemudian berlalu keluar ruangan. ‘PAK!’ bokongku ditendang oleh Donghae “Pintar sekali kau menggoda gadis itu kkk” ucapnya “Menggoda? Siapa yang menggoda?” tanyaku “Pura-pura tidak mengerti. ‘panggil saja aku oppa’ kkk” ledek Kyuhyun. “Yak! Diam kalian!” teriakku

Eunhyuk pov end

Tae MaYeon pov

‘Eunhyuk, Eunhyuk,Eunhyuk,Eunhyuk’ kurasa hanya kata itu yang tertera dalam pikiranku. Eunhyuk oppa ternyata idola yang sangat ramah dan baik. Bahkan sudah beberapa hari ini kami sering mengobrol di Ktalk ataupun Line. Mengobrol tentang apa saja mulai dari kepribadian masing-masing,kebiasaan,hobi,cita-cita,kegiatan, sampai-sampai tentang keluarga atau kuliahku yang biasanya kuceritakan pada unni Mara jadi ku ceritakan padanya. Pukul menunjukkan 14.59 KST aku yakin 1 menit lagi Ktalk atau Line ku ada pesan. ‘Ktalk Ktalk’ ponsel ku berbunyi menandakan ada pesan di Ktalk ku ‘Pasti itu Eunhyuk oppa kkk’ batinku. Segera kuambil ponselku dan benar saja dugaanku saat aku menatap ponselku ada pesan dari Eunhyuk oppa

“Hai Yeon! Kau pasti sedang menunggu pesan dari ku kan”

Tergores senyum di bibirku langsung saja ku balas.

“Cih… kau sangaat percaya diri casanova :p”

“Jujur saja Yeon-ah kkk”

“Tidak”

“Yak! Jujur”

“Aku sudah jujur”

“Aku tahu kau bohong”

“Baiklah aku menunggu pesan darimu Eunhyuk-ssi casanova yang tampan”

“Binggo! Kkk”

“Namja menyebalkan”

“Aku? Menyebalkan?”

“Ya”

“Baiklah aku minta maaf”

“Yak! Oppa aku bercanda”

“Kau takut aku marah?”

“Hmm… sedikit”

“Kalau kau takut aku marah bisakah kau bertemu denganku sekarang di cafe ice cream Sungai Han?”

“Kau serius ada disana?”

“Apa aku seperti bercanda?”

“Hmm aku bisa kesana tapi apakah kau benar-benar ada disana?”

“Tentu aku tidak berbohong”

“Baiklah aku kesana”

“Apa kau tidak mau bertanya aku memakai pakaian apa? Karena aku sedang menyamar”

“Menyamar? Kau serius? Lalu kau menyamar jadi apa?”

“Datang saja dan lihat aku menyamar jadi apa untuk bertemu dengamu. Yang jelas aku memakai baju merah”

‘Untuk bertemu denganmu’ denganku? Dia menyamar agar bisa bertemu denganku? Apakah aku sedang bermimpi? Rasanya aku ingin lompat kegirangan tetapi aku harus buru-buru mengganti pakaian agar Eunhyuk oppa tidak menunggu lama.

-Cafe Ice Cream-

Aku memasuki cafe tersebut sambil mencari-cari “baju merah…” gumamku. Tiba-tiba ada seorang wanita dewasa melambaikan tangannya ke arahku tapi aku tidak yakin kearahku karna aku tidak mengenalnya dengan isyarat aku menunjuk diriku sendiri dan berkata “Aku?” kepada wanita itu. Wanita itu mengangguk mantap aku pun menghampirinya wanita itu mempersilahkan aku untuk duduk dalam benakku ‘Siapa dia?’. “Kau tidak mengenaliku?” tanya wanita itu dengan suara beratnya. Suara berat? Seperti laki-laki? Berbaju merah? Senyumnya? Gummy smile? Omo! Aku langsung menutup mulutku dengan kedua tanganku erat-erat “Mw…mw…mworago?!!” kagetku “E…e..eun…EUNHYUK OPPA?!!” kagetk. Dia langsung membekap kedua mulutku dengan tangan kekarnya “Sstt” ucapnya sambil menaruh telunjuknya kedepan mulutku lalu ia mengangguk “Ya, ini aku kkk” jawabnya. “Apa yang kau lakukan?!” tanyaku dengan pandangan tidak percaya “Kkk sudah kubilang aku menyamar agar bisa bertemu denganmu” jawabnya santai. “Ta…ta…tapi tidak perlu menjadi wanita…” ucapku sambil menggelengkan kepalaku. “Kenapa? Apakah kau tidak nyaman?” tanyanya dengan wajah memelas “Ani.. anio bukan itu maksudku, maksudku apakah oppa nyaman menjadi wanita seperti ini?” tanyaku khawatir “Kkk gwenchana aku sudah biasa kan berpakaian wanita?” balasnya sambil menatapku “Baiklah… unni neomu yeoppeunda kkk~” ledekku. “Yak! Kau mulai berani meledekku eoh?” balasnya sambil mencubit pipiku. Setelah makan ice cream Eunhyuk oppa mengajakku untuk keliling  Sungai Han. Saat kami keliling Sungai Han tiba-tiba Eunhyuk menggenggam tanganku ‘Deg… Deg…’ kontrol hatimu Yeon-ah. Aku pun membalas genggaman tangannya “Aku seperti sedang menggenggam tangan Unni Mara kkk” ucapku untuk menenangkan hatiku. “Apakah tangan sahabatmu itu kekar sepertiku? Kkk” tanyanya “Hmm tidak, tapi dia lebih kekar darimu kkk” jawabku sambil meliriknya dan memeletkan lidahku “Kau ini” balasnya sambil mengacak rambutku. Tak terasa matahari mulai tenggelam kami masih duduk di tepi Sungai Han “Yeon” panggilnya “Ne?” jawabku sambil menengok ke arahnya “Terima Kasih untuk hari ini” jawabnya sambil menunjukkan gummy smilenya “Seharusnya aku yang berterima kasih” balasku sambil membalas senyumnya “Yeon… sifat,sikap,dan wajahmu sangat mirip dengan cinta pertamaku” ucapnya ‘DEG!’ hatiku terasa sakit entah kenapa aku berpikir selama ini Eunhyuk Oppa bersikap baik padaku mungkin karena aku sangat mirip dengan cinta pertamanya rasanya ingin aku menangis. “Cinta pertamamu?” tanyaku mencoba untuk tegar “Ya… saat aku masih kelas 3 SD yeoja itu… aku bertemu dengannya di taman kami tidak mengenal nama satu sama lain tapi kurasa… kami saling jatuh cinta kkk” ucapnya dengan wajah terlihat sangat bahagia “3 SD? Mengapa kamu bisa bilang kita mirip wajah anak 3 SD pasti sangat berbeda saat dia dewasa” ucapku “Tapi mata? Mata tidak mungkin berubah kan? Setiap melihat matamu aku melihat gadis kecil itu kkk” balasnya “Kau pasti sangat menyukainya” ucapku “Ya… mungkin sampai sekarang aku masih menyukainya dan aku berharap dipertemukan dengannya” balasnya ‘DEG!’ sudah kuduga aku hanya pelampiasan. “Aku sering bertemu dengannya setelah pulang sekolah di taman Myeondong tapi 3 bulan kemudian dia bilang padaku bahwa dia ingin pindah ke Busan bersama keluarganya hatiku sangat sakit ditinggal olehnya” ceritanya. Myeondong? Busan? Aku mengernyitkan kepalaku aku seperti teringat sesuatu “Apakah kau laki-laki yang selalu memakai sepatu khusus sepak bola saat ke sekolah? Dan kau selalu membawakan makan siang untuk gadis kecil itu?” tanyaku spontan sambil mengingat-ingat “Dari…darimana kau tahu?” Tanya Eunhyuk menatapku tajam. “Omo! Pada suatu hari kau menunggunya dari siang sampai malam dan kau kehujanan tetapi gadis kecil itu tidak datang dan keesokan harinya kau marah dan tidak ingin berbicara pada gadis itu?” tanyaku lagi “Y…Ya benar sebenarnya kau ini siapa?” tanya balik Eunhyuk “M…M…Mungkinkah aku gadis itu…” Gumamku sambil mengingat-ingat “Yeon-ah itu kau? Ya aku yakin itu kau! Kau gadis kecil yang selama ini aku cari?” Seru Eunhyuk menggenggam erat tanganku. Aku mengangguk kecil “Tapi aku kurang yakin…” gumamku “Tetapi aku yakin! Sudah kutebak dari awal kaulah gadis kecil itu” Seru Eunhyuk lalu menarikku kedalam pelukannya. Aku membalas pelukannya “Bogoshippo” bisik Eunhyuk “Nado” balasku “Jangan tinggalkan aku tanpa jejak seperti dahulu lagi” ucapnya “kkk ne” balasku.

Beberapa minggu kemudian…

Sudah hampir sebulan aku bekerja sama dengan Super Junior. Semakin dekat aku dengan mereka semua sampai staf SMEnt pun aku bisa menyebut namanya satu persatu. Tapi 2 hari lagi kerja sama ku selesai dengan pihak SMEnt aku tentu saja sedih tapi aku juga senang mendapatkan pengalaman yang sangat menyenangkan. Aku sedang terduduk lemas di ruang dance mengangkat lututku menatap tubuhku yang berada di kaca besar. Aku sangat nyaman berada disini terutama dengan Eunhyuk oppa. Tiba-tiba terdengar lantunan lagu Evanesce ‘Siapa yang menyalakan lagu itu?’ kulihat sekitar ruangan dance “Mau menari denganku?” tanya seorang namja yang tidak lain tidak bukan Lee HyukJae sambil mengulurkan tangannya padaku aku pun menggenggam tangannya dan terbangun dari duduk “Tapi ini belum part ku untuk menari, jadi aku harus menari seperti apa?” tanyaku “Menarilah sebebasmu” jawabnya “Tapi aku ingin menari bersamamu” balasku “Bersamaku? Tentu, aku tidak akan melepaskan tanganmu saat menari” balasnya lagi “Tapi kan nanti ada bagian dimana kita tidak berpegangan” ucapku “Kau terlalu banyak bicara chagi” balasnya langsung menarikku dalam pelukannya “Yak! Cassanova! Apa maksudmu memanggilku chagi?” tanyaku kesal “Kenapa? Apa itu salah?” tanyanya menatapku tajam “Tentu! Aku sudah dimiliki oleh Lee Sungmin” jawabku “Jangan bermimpi dia sudah ingin menikah chagi” balasnya. Aish aku lupa bahwa Sungmin Oppa sudah ingin menikah “Baiklah aku milik….. Park Jungsoo” balasku lagi “Kau mau dengan ahjussi keriput itu?” tanya nya “Itu menurutmu, menurutku dia pria dewasa yang tampan yang cocok menjadi suamiku kelak” jawabku “Sehabis dari sini aku akan membunuh yang bernama Park Jungsoo” ucapnya sambil sedikit tertawa “Babo! Kkk” balasku “Bagaimana kalau kau milik Lee HyukJae?” ucapnya sambil ‘smirk’ “Lee HyukJae? Andwae dia bukan tipeku. Dia cassanova dan aku tidak suka pria seperti itu” jawabku sambil menatapnya remeh. “Apa maksudmu? Lee HyukJae bukan cassanova itu gosip!” bantahnya “Lee HyukJae cassanova” ucapku kekeh “Menyebalkan” ucapnya singkat ‘CUP~’ terasa ada sesuatu benda yang lembut menyentuh bibirku saatku melihatnya itu bibir Eunhyuk oppa. Bibir? Segera kulepaskan ciumannya ‘PLAK’ spontan aku menampar pipinya “Kau gila!” seruku. “Kkk waeyo? Kau senang bukan?” tanyanya konyol. MENYEBALKAN!! CIUMAN PERTAMAKU DIRENGGUT OLEH MONYET BIADAP ITU!! “Monyet konyol!!” teriakku aku berlali menuju pintu ruang dance tiba-tiba ‘Brug!’ badanku menabrak tubuh Leeteuk oppa “Eoh? Mianhae Yeon-ah. Gwenchana?” tanya Leeteuk oppa sambil memegang pundakku “Gwenchana oppa” jawabku bergetar “Kau menangis?” tanyanya. Beberapa menit kemudian…

“LEE HYUKJAE! KAU MENCIUM GADIS POLOS SEPERTINYA?!!” seru Leeteuk oppa

“Kenapa? Dia yeojachinguku” balas Eunhyuk oppa santai

“Sejak kapan aku menjadi kekasihmu?!” tanyaku

“Yeon kita kan sudah berpacaran sejak 3 SD” jawab Eunhyuk oppa memelas

“BABO! Itu kan saat aku masih kecil” jawabku

“MWO?! KALIAN SUDAH MENGENAL SATU SAMA LAIN SEJAK SD?!” tanya Leeteuk oppa heboh

“Leeteuk oppa!!!!!!!! Ciuman pertamaku direnggut oleh monyet biadap ini!!!” teriakku sambil menangis dan menunjuk ke arah Eunhyuk Oppa. Kemudian leeteuk oppa memelukku “Sst sudah jangan menangis” ucapnya.

“PARK JUNGSOO KAU MAU MATI?!!! BERANINYA KAU MEMELUK GADISKU!!” teriak Eunhyuk oppa

“Yak hyukjae, Yeon saja tidak mengakuimu bagaimana kau mau mengaku kalau kau kekasihnya?” tanya Leeteuk oppa dengan nada mengejek

Tae MaYeon pov end

Author pov

Diluar ruangan dance ada Mara dan member Super Junior lainnya sedang menguping pembicaraan 3 anak yang sedang berdebat itu. Sebenarnya mereka tidak menguping tapi memang debatan ketiga manusia yang berada di ruang dance terdengar sampai luar ruangan.

“Kalau ini jadi drama pasti sangat booming” ucap Donghae

“Aku setuju” Balas Mara

“Kita biarkan saja ketiga orang itu?” tanya Shindong

“Biarkan saja oppa” balas Mara

“Jadi Yeon dan Eunhyuk berpacaran?” tanya Kangin

“Entahlah oppa Yeon tidak cerita apapun. Lihat saja kalau mereka benar berpacaran dan Yeon tidak cerita apapun padaku mereka akan mati di tanganku” balas Mara sambil mengepalkan tangannya

“Kau sungguh menyeramkan” Balas Kyuhyun

-Sungai Han-

1 Bulan kemudian…

“Kau masih tidak mau mengakuiku kekasihmu?” tanya Eunhyuk pada Yeon

“Tidak” jawab Yeon singkat

“Kau sungguh yeoja yang paling menyebalkan Lee MaYeon-ssi”

“Lee? Kau mengganti marga seseorang seenaknya”

“Itu marga yang cocok untukmu kelak ketika kau memiliki suami”

“Baiklah Donghae oppa nikahi aku”

“Yeon ah!! Kenapa kau berpikir namja lain?”

“Kkk aku bercanda”

“Kau selalu pintar membuat hatiku panas membara”

“Kau juga”

“Aku? Apa yang aku lakukan?”

“Menari dengan sexy dancer, menggoda banyak wanita,menari untuk merayunya, dan banyak lagi”

“Kkk itu kan pekerjaanku”

“Berhenti dari pekerjaan seperti itu”

“Kau sangat cemburu?”

“Kenapa kau menanyakannya lagi?”

“Aku cinta padamu”

“Aku juga cinta padamu”

Tiba-tiba pelukan hangat dirasakan oleh Yeon. Pelukan dari seorang namja yang selama ini selalu membuatnya nyaman dalam suka ataupun duka.

-END-

Introduction

Hello! Halo! Hai! 안녕하세요!

Nama saya Salma Natasya umur masih 15 tahun. Blog ini saya buat sebenernya buat iseng atau ga pengen share tentang banyak hal terutama kpop apalagi fanfiction, lirik lagu mungkin bakal saya share disini wkk  saya SONE bias saya Seo Joohyun unnir! kalo namja Lee Hyukjae babunim  wkk udah kali ya perkenalannya kalo mau lebih kenal cek twitter saya @seoalma atau ig saya @seoalma_n